Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur

    Share
    avatar
    ariana

    61
    19.08.11

    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur

    Post  ariana on Wed Mar 28, 2012 5:49 am

    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur


    Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.

    David Wexler, Ph.D., penulis 'When Good Men Behave Badly', mengatakan bahwa salah satu bentuk pengelolaan amarah yang buruk adalah mengabaikan pertengkaran. Banyak pasangan yang membiarkan masalah menguap dengan sendirinya tanpa pembahasan tuntas.

    Dalam kehidupan asmara sejumlah pasangan, yang paling jamak adalah mengakhiri konflik dengan tidur. "Banyak pasangan yang memilih tidur dalam kondisi marah," kata Wexler, seperti dikutip parenting.com.

    Mereka tak sadar bahwa membiarkan pertengkaran tanpa penyelesaian semacam itu justru akan memperburuk hubungan. Mereka membiarkan pertengkaran menyala sepanjang malam sehingga membuat masalah tidak akan pernah selesai. Dan, ini akan meninggalkan luka bagi pasangan.

    "Tidur dalam kondisi marah tidak baik dalam hubungan, dan akan memicu perasaan tak nyaman pagi harinya, dan tanpa Anda sadari masalah atau amarah justru akan terakumulasi yang bisa meledak suatu waktu," ujarnya.

    Meski demikian, Wexter tak menampik bahwa ada sejumlah pasangan yang memang memilih tidur sebagai "jeda" untuk menyelesaikan masalah. Tidak masalah memang. Hanya, sedikit pasangan yang konsisten membahas dan menyelesaikan lagi masalahnya ketika bangun. Ini yang bahaya.

    Kebiasaan meninggal pasangan tidur saat masih berkonflik hanya akan membiarkan kemarahan terakumulasi dan menghancurkan hubungan di kemudian hari. Ini jika tak dibarengi dengan komitmen menuntaskan masalah secepatnya.



      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 5:50 pm