Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur

    Post  ariana on Wed Mar 28, 2012 5:49 am

    Menyudahi Pertengkaran dengan Tidur


    Banyak yang bilang pertengkaran adalah bumbu dalam sebuah hubungan. Bahkan bisa menguatkan ikatan cinta. Hanya, tak semua pasangan mampu mengelola dengan baik sehingga kemarahan akan terakumulasi dan berpotensi merusak hubungan.

    David Wexler, Ph.D., penulis 'When Good Men Behave Badly', mengatakan bahwa salah satu bentuk pengelolaan amarah yang buruk adalah mengabaikan pertengkaran. Banyak pasangan yang membiarkan masalah menguap dengan sendirinya tanpa pembahasan tuntas.

    Dalam kehidupan asmara sejumlah pasangan, yang paling jamak adalah mengakhiri konflik dengan tidur. "Banyak pasangan yang memilih tidur dalam kondisi marah," kata Wexler, seperti dikutip parenting.com.

    Mereka tak sadar bahwa membiarkan pertengkaran tanpa penyelesaian semacam itu justru akan memperburuk hubungan. Mereka membiarkan pertengkaran menyala sepanjang malam sehingga membuat masalah tidak akan pernah selesai. Dan, ini akan meninggalkan luka bagi pasangan.

    "Tidur dalam kondisi marah tidak baik dalam hubungan, dan akan memicu perasaan tak nyaman pagi harinya, dan tanpa Anda sadari masalah atau amarah justru akan terakumulasi yang bisa meledak suatu waktu," ujarnya.

    Meski demikian, Wexter tak menampik bahwa ada sejumlah pasangan yang memang memilih tidur sebagai "jeda" untuk menyelesaikan masalah. Tidak masalah memang. Hanya, sedikit pasangan yang konsisten membahas dan menyelesaikan lagi masalahnya ketika bangun. Ini yang bahaya.

    Kebiasaan meninggal pasangan tidur saat masih berkonflik hanya akan membiarkan kemarahan terakumulasi dan menghancurkan hubungan di kemudian hari. Ini jika tak dibarengi dengan komitmen menuntaskan masalah secepatnya.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:09 pm