Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Share
    avatar
    ariana

    61
    19.08.11

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Post  ariana on Thu Mar 29, 2012 6:34 am

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik


    Pria yang terlalu dekat dengan ibunya sering dicap sebagai 'anak mama'. Sebutan 'anak mama' sering dikonotasikan pada hal yang tidak baik, yang dikait-kaitkan dengan anak manja.

    Namun sebuah penelitian yang telah dibukukan, memamaparkan kelebihan dari pria yang memiliki kedekatan emosional dengan ibunya. Anak mama bisa memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan jadi suami yang baik.

    Penulis buku tersebut adalah Kate Stone Lombardi, dalam bukunya berjudul 'The Mama’s Boy Myth', Lombardi memaparkan fakta dan mitos seputar anak mama. Seperti selama ini anak mama sering dicap sebagai anak yang lemah dan bisa mengarah menjadi gay, padahal itu semua tidak benar.

    Kenyataannya, anak mama memiliki maskulinitas yang lebih besar. Mereka juga memiliki kesehatan mental yang baik.

    Dalam penelitiannya, Lombardi melakukan kontak melalui internet dengan 1.100 ibu untuk menanyakan pengalaman responden sebagai ibu. Dalam penelitiannya tersebut, wanita 55 tahun itu menemukan ketakutan para ibu yang terlalu dipuja anak mereka. Para ibu khawatir sang putra menjadi banci, gay, pengecut dan terlalu bergantung.

    Stereotype di atas perlu dihilangkan, Lombardi mengatakan, anak laki-laki yang dekat dengan sang ibu, emosinya justru tidak mudah tertekan dam bisa menunda pengalaman seks pertama mereka. Lombardi menyimpulkan, sifat baik yang ada pada anak laki-laki mungkin karena komunikasi alamiah antara ibu dan anak.

    "Karena ayah cendurung berbicara tentang laki-laki dan seks. Sedangkan ibu melakukan percakapan sehari-hari, lebih sering dan secara halus," papar Lombardi.

    Sehingga anak laki-laki tidak hanya dididik secara keras, tapi perlu juga kedekatan antara ibu dan anak. Ini membuat si anak memiliki emosional yang sehat.

    "Anak laki-laki membutuhkan ibunya dan mereka perlu dukungan yang besar dari ibu mereka," tambah Lombardi.



      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 7:52 am