Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Post  ariana on Thu Mar 29, 2012 6:34 am

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik


    Pria yang terlalu dekat dengan ibunya sering dicap sebagai 'anak mama'. Sebutan 'anak mama' sering dikonotasikan pada hal yang tidak baik, yang dikait-kaitkan dengan anak manja.

    Namun sebuah penelitian yang telah dibukukan, memamaparkan kelebihan dari pria yang memiliki kedekatan emosional dengan ibunya. Anak mama bisa memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan jadi suami yang baik.

    Penulis buku tersebut adalah Kate Stone Lombardi, dalam bukunya berjudul 'The Mama’s Boy Myth', Lombardi memaparkan fakta dan mitos seputar anak mama. Seperti selama ini anak mama sering dicap sebagai anak yang lemah dan bisa mengarah menjadi gay, padahal itu semua tidak benar.

    Kenyataannya, anak mama memiliki maskulinitas yang lebih besar. Mereka juga memiliki kesehatan mental yang baik.

    Dalam penelitiannya, Lombardi melakukan kontak melalui internet dengan 1.100 ibu untuk menanyakan pengalaman responden sebagai ibu. Dalam penelitiannya tersebut, wanita 55 tahun itu menemukan ketakutan para ibu yang terlalu dipuja anak mereka. Para ibu khawatir sang putra menjadi banci, gay, pengecut dan terlalu bergantung.

    Stereotype di atas perlu dihilangkan, Lombardi mengatakan, anak laki-laki yang dekat dengan sang ibu, emosinya justru tidak mudah tertekan dam bisa menunda pengalaman seks pertama mereka. Lombardi menyimpulkan, sifat baik yang ada pada anak laki-laki mungkin karena komunikasi alamiah antara ibu dan anak.

    "Karena ayah cendurung berbicara tentang laki-laki dan seks. Sedangkan ibu melakukan percakapan sehari-hari, lebih sering dan secara halus," papar Lombardi.

    Sehingga anak laki-laki tidak hanya dididik secara keras, tapi perlu juga kedekatan antara ibu dan anak. Ini membuat si anak memiliki emosional yang sehat.

    "Anak laki-laki membutuhkan ibunya dan mereka perlu dukungan yang besar dari ibu mereka," tambah Lombardi.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 1:24 am