Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik

    Post  ariana on Thu Mar 29, 2012 6:34 am

    Pria Anak Mama = Calon Suami yang Baik


    Pria yang terlalu dekat dengan ibunya sering dicap sebagai 'anak mama'. Sebutan 'anak mama' sering dikonotasikan pada hal yang tidak baik, yang dikait-kaitkan dengan anak manja.

    Namun sebuah penelitian yang telah dibukukan, memamaparkan kelebihan dari pria yang memiliki kedekatan emosional dengan ibunya. Anak mama bisa memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain dan jadi suami yang baik.

    Penulis buku tersebut adalah Kate Stone Lombardi, dalam bukunya berjudul 'The Mama’s Boy Myth', Lombardi memaparkan fakta dan mitos seputar anak mama. Seperti selama ini anak mama sering dicap sebagai anak yang lemah dan bisa mengarah menjadi gay, padahal itu semua tidak benar.

    Kenyataannya, anak mama memiliki maskulinitas yang lebih besar. Mereka juga memiliki kesehatan mental yang baik.

    Dalam penelitiannya, Lombardi melakukan kontak melalui internet dengan 1.100 ibu untuk menanyakan pengalaman responden sebagai ibu. Dalam penelitiannya tersebut, wanita 55 tahun itu menemukan ketakutan para ibu yang terlalu dipuja anak mereka. Para ibu khawatir sang putra menjadi banci, gay, pengecut dan terlalu bergantung.

    Stereotype di atas perlu dihilangkan, Lombardi mengatakan, anak laki-laki yang dekat dengan sang ibu, emosinya justru tidak mudah tertekan dam bisa menunda pengalaman seks pertama mereka. Lombardi menyimpulkan, sifat baik yang ada pada anak laki-laki mungkin karena komunikasi alamiah antara ibu dan anak.

    "Karena ayah cendurung berbicara tentang laki-laki dan seks. Sedangkan ibu melakukan percakapan sehari-hari, lebih sering dan secara halus," papar Lombardi.

    Sehingga anak laki-laki tidak hanya dididik secara keras, tapi perlu juga kedekatan antara ibu dan anak. Ini membuat si anak memiliki emosional yang sehat.

    "Anak laki-laki membutuhkan ibunya dan mereka perlu dukungan yang besar dari ibu mereka," tambah Lombardi.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 12:12 pm