Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Suplemen Klaim Khasiat Apa Saja Tanpa Harus Membuktikannya

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Suplemen Klaim Khasiat Apa Saja Tanpa Harus Membuktikannya

    Post  clara on Thu Mar 29, 2012 3:35 pm

    Suplemen Klaim Khasiat Apa Saja Tanpa Harus Membuktikannya



    Suplemen sebenarnya bukan obat, tapi bentuknya menyerupai obat sehingga beberapa orang mungkin menyangkanya sebagai obat. Yang lebih unik lagi, beberapa suplemen makanan ini mengaku membantu mengobati berbagai macam penyakit.

    "Pada suplemen makanan, produsen boleh mengklaim apa saja tanpa harus membuktikannya. Yang penting tidak mengklaim untuk menyembuhkan atau mengobati penyakit tertentu," kata Prof DR dr Rianto Setiabudy, guru besar farmakologi Fakultas Keeokteran UI dalam acara forum diskusi yang diadakan GlaxoSmithKline Circle of Friend di Blooming Restaurant, FX Senayan.

    Suplemen obat hanya dibolehkan mencantumkan produknya dapat menyokong fungsi atau struktur tubuh. Maka kebanyakan suplemen makanan ini mencantumkan produknya dapat menjaga fungsi tubuh tertentu, menjaga fungsi sendi misalnya.

    Karena tidak didukung bukti ilmiah, dr Rianto mewanti masyarakat untuk selalu mencermati kandungan bahan-bahan dalam produk yang dicantumkan pada kemasan. Yang paling penting jika hendak menggunakan suplemen makanan, pastikan produk sudah diperbolehkan peredarannya dan disertifikasi oleh Badan POM.

    "Karena tanpa disertai bukti penelitian yang jelas, maka efek samping dan kontra indikasi produk suplemen seperti ini masih belum jelas. Berbeda dengan obat farmasi yang harus melewati serangkaian pengujian klinis di laboratorium," kata dr Rianto.

    Dr Rianto menganjurkan untuk mendapat asupan nutrisi dari makanan sehari-hari dan tidak terlalu menggantungkan suplemen. Beberapa suplemen tersebut juga mengaku berasal dari herbal. Namun obat herbal juga belum tentu aman sebab beberapa obat yang dibuat dari bahan herbal juga bisa berbahaya, contohnya morphin dan tembakau.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:30 pm