Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Penyebab Pria Suka Menutupi Perasaannya

    Share

    ariana

    61
    19.08.11

    Penyebab Pria Suka Menutupi Perasaannya

    Post  ariana on Thu Apr 12, 2012 6:00 am

    Penyebab Pria Suka Menutupi Perasaannya



    Saat merasa sedih, wanita bisa dengan mudah menitikkan air mata. Atau di kala sakit hati, mereka tak sungkan curhat dan bercerita panjang lebar dengan teman-temannya.

    Sementara pria cenderung lebih pilih memendam perasaan dan menutupi emosinya. Kalaupun akhirnya mau membicarakan permasalahan, biasanya hanya kepada orang tertentu saja atau beban di hatinya sudah terlalu berat sehingga harus dikeluarkan. Apa yang membuat pria menyembunyikan perasaannya? Ini tiga alasannya, seperti dilansir Your Tango.

    1. Mengungkapkan Perasaan Membuat Pria Merasa Tidak Macho
    Saat kecil, pria melihat ayah dan pria-pria lain di sekitar mereka bekerja dan melakukan kegiatan yang maskulin. Sementara wanita di dalam keluarga mereka menunjukkan lebih banyak drama dan emosi. Ketika pria terjatuh atau gagal melakukan sesuatu, mereka akan disuruh langsung bangun, bersikap kuat dan mencoba lagi. Sedangkan saudara perempuan mereka akan dibelai atau dinasehati dengan lembut jika sedang tertimpa masalah. Begitu beranjak dewasa, 'adegan' di masa kecil itu tertanam dalam pikirannya dan akhirnya membuat stigma bahwa pria akan terkesan cengeng jika curhat semua masalahnya.

    2. Banyak Bertindak, Sedikit Bicara
    Cara pria dan wanita mengekspresikan perasaannya cukup jauh berbeda. Wanita cenderung lebih banyak berbicara, sementara pria memilih mengungkapkan perasaan lewat tindakan.

    Dalam pikirannya, pria ingin menunjukkan seberapa besar rasa sayang dan perhatiannya kepada kekasihnya. Misalnya memberi kado istimewa, membelai rambut, menggandeng saat jalan bersama atau mengajak makan di restoran mewah. Bahasa verbal menjadi cara terakhir yang dipilih pria, karena cara itu kurang natural bagi mereka.

    3. Pada Titik Tertentu, Pria Merasa Tidak Aman dengan Dirinya
    Secara gender, pria dituntut untuk terlihat kuat, kompeten dan bisa segalanya. Mereka mungkin takut dengan menunjukkan perasaannya, orang-orang akan mencap dirinya lemah. Sejak dulu, pria 'diciptakan' untuk menjadi tulang punggung keluarga, mengurus sanak-famili, kuat dan bisa melindungi.

    Menangis tersedu-sedu dianggap tidak sesuai dengan streteotipe pria yang mereka pegang selama ini. Pria juga takut jika hatinya tersakiti, jadi akan lebih mudah mencegah rasa sakit itu datang bila mereka menekan perasaan sejak awal.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 7:01 pm