Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kurang Tidur Berisiko Diabetes

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Kurang Tidur Berisiko Diabetes

    Post  julia on Fri Apr 13, 2012 5:41 am

    Kurang Tidur Berisiko Diabetes


    Jadwal tidur yang tidak konsisten atau kurangnya porsi tidur dapat meningkatkan risiko terserang diabetes tipe 2.

    Peneliti dari Brigham and Women's Hospital di Boston memantau 21 orang dewasa sehat yang diminta tinggal di laboratorium selama percobaan. Selama tiga minggu, partisipan dijadwalkan untuk tidur kurang dari 6 jam perhari dan tidur terlambat setiap harinya.

    Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan partisipan untuk mengatur kadar gula darahnya menjadi terganggu sehingga mungkin bisa saja partisipan mengidap diabetes jika percobaannya dilanjutkan.

    "Kadar glukosanya tinggi untuk waktu yang lama, bahkan naik ke tingkat pra-diabetes pada beberapa partisipan," tulis peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science Translational Medicine tersebut.

    Penelitian baru ini menunjukkan bahwa kadar hormon berubah seiring dengan kurangnya jam tidur yang mungkin membantu menjelaskan bagaimana kaitan hal itu dengan obesitas dan penambahan berat badan, kata Fonseca.

    Dalam studi, peneliti melakukan tes darah untuk mengukur kadar beberapa hormon, termasuk insulin, kortisol (yang dikaitkan dengan stres), leptin dan ghrelin (yang dikaitkan dengan pengaturan nafsu makan).

    Peneliti menemukan bahwa jadwal tidur yang terganggu mengakibatkan 32 persen pengurangan jumlah insulin sebagai kunci pengaturan gula darah yang dikeluarkan dalam tubuh setelah makan.

    Pengurangan kadar insulin adalah satu penjelasan tentang bagaimana gangguan atau kurangnya jam tidur bisa mengakibatkan diabetes, kata Lisa Rafalson, profesor kedokteran pediatri dan keluarga di University of Buffalo.

    "Gangguan tidur kronis yang sedang berlangsung menunjukkan adanya semacam cedera pada tubuh dari waktu ke waktu," kata Rafalson.

    Hormon stres yang membuat tubuh terjaga dapat menghilangkan keseimbangan hormon. "Insulin tidak dapat melakukan pekerjaannya secara efisien sehingga Anda akhirnya mendapatkan glukosa berlebihan yang tersisa dalam aliran darah," katanya.

    Sebaliknya, penemuan baru ini meragukan gagasan lainnya bahwa nafsu makan yang naik akibat kurang tidur dapat menjelaskan alasan meningkatnya risiko diabetes.

    Peneliti menegaskan bahwa tidur yang tidak cukup menyebabkan kadar hormon ghrelin lebih tinggi sehingga nafsu makan naik namun kadar hormon leptinnya lebih rendah sehingg memberi sinyal kenyang pada otak, kata Rafalson. Namun dalam studi baru ini peneliti tidak melihat adanya perubahan dalam kadar hormon.

    Peneliti pun perlu untuk memahami apakah ada solusi untuk mencegah kenaikan resiko diabetes disamping menambah jam tidur, kata Foncesa.

    "Realitanya adalah banyak orang yang tidurnya terganggu karena kondisi pekerjaan. Kami perlu mengidentifikasi apakah ada hal lain yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikinya," katanya seperti dilansir dari Fox News.


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:31 pm