Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Tips Buat Orangtua yang Punya Anak Autis

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Tips Buat Orangtua yang Punya Anak Autis

    Post  flade on Sat Apr 14, 2012 9:29 am

    Tips Buat Orangtua yang Punya Anak Autis


    Autisme masih menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar orangtua. Beberapa orangtua langsung merasa stres saat mendengar anaknya didiagnosis autisme. Beberapa pusat penanganan anak autis sudah banyak tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Sayangnya, orangtua penyandang autis di daerah mungkin merasa kesulitan jika hendak merujuk anaknya.

    Di kalangan masyarakat juga masih ada pemahaman bahwa anak-anak autis bisa menularkan penyakitnya. Maka, beberapa orangtua justru menyembunykan anaknya yang mengidap autis. Pada kenyataannya, penanganan autis di tingkat nasional memang masih jalan di tempat.

    Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mengeluarkan Peraturan Menteri no. 10 tahun 2011 yang berisi tentang pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus, yaitu hak untuk hidup, mendapat perlindungan dan tumbuh kembang.

    Beberapa anak penyandang autisme diketahui memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Namun kemampuan ini kurang tergali dengan optimal karena kurangnya kemampuan berkomunikasi penyandang autis.

    "Anak-anak autis sulit diukur IQ-nya karena kemampuan verbalnya lemah. Padahal kecerdasan tidak hanya diukur lewat kognitif saja, tetapi juga lewat aspek lain seperti kemampuan visual dan kemampuan musik. Banyak anak-anak autis yang ternyata memiliki kemampuan lebih di bidang musik dan seni," kata Hershinta Suroso dosen komunikasi London School of Public Relation dalam acara peluncuran jurnal Communicare mengenai anak berkebutuhan khusus di kampus STIKOM London School of Public Relation.

    Untuk mengoptimalkan kemampuan anak autis, sebaiknya orangtua tidak menitiberatkan pada hal yang sulit dilakukan anak. Misalnya, apabila anak tidak menyukai pelajaran bahasa dan lebih menyukai matematika, maka anak jangan dibebani dengan menggenjot belajar bahasa, namun sebaiknya lebih berfokus untuk mengembangkan kemampuan matematikanya.

    "Seringkali orang tua atau guru mengeluh anak autis sulit melakukan atau mempelajari beberapa hal. Padahal, salah satu kunci dalam mengembangkan kemampuan anak autis secara optimal adalah dengan berfokus pada kemampuan yang bisa dilakukan. Jangan berkonsentrasi pada hal yang tidak bisa ia lakukan," kata Kasandra Putranto, psikolog dari Kasandra Associates dan ketua K3PIK (Kelompok Peduli Penanganan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus).

    Salah satu faktor yang paling penting dalam keberhasilan penanganan autisme adalah keterlibatan dan komunikasi orang tua. Orang tua tidak seharusnya menyerahkan sepenuhnya penanganan anaknya yang menyandang autis kepada terapis. Pada banyak kasus, anak autis berhasil berkembang menjadi lebih baik jika orang tua ikut memantau dan terlibat dalam terapi di rumah, apalagi dalam menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang sulit.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 12:25 pm