Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Diabetes Juga Bisa Disebabkan Karena Hirup Parfum

    Share

    iwahda

    3
    18.04.12

    Diabetes Juga Bisa Disebabkan Karena Hirup Parfum

    Post  iwahda on Wed Apr 18, 2012 6:46 am

    Diabetes Juga Bisa Disebabkan Karena Hirup Parfum


    Makanan olahan yang kaya kalori dan gula diketahui dapat memicu diabetes. Namun diabetes ternyata bukan disebabkan karena kelebihan kalori saja. Ilmuwan menemukan bahan kimia yang banyak digunakan dalam parfum, lilin dan produk lainnya berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

    Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan jurnal Diabetes Care, para peneliti menemukan hubungan antara diabetes dengan bahan kimia yang umum digunakan dalam pewangi buatan, lilin dan plastik untuk menyimpan makanan. Bahan kimia yang disebut 'ftalat' ini diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti autisme, kelebihan berat badan, infertilitas dan beberapa jenis kanker.

    Penelitian menemukan, sedikit saja peningkatan kadar ftalat sudah bisa meningkatkan risiko diabetes 2 kali lipat. Karena diabetes adalah penyakit hormonal, ftalat yang dapat mengganggu hormon tampaknya mengganggu produksi hormon peserta penelitian.

    "Meskipun masih perlu dikonfirmasi oleh penelitian yang lebih besar, temuan kami mendukung hipotesis bahwa bahan kimia dari lingkungan dapat memicu diabetes," kata Monica Lind, profesor kedokteran lingkungan di departemen Kedokteran Kerja dan Lingkungan Universitas Uppsala seperti dilansir Rodale.com.

    Dalam pemeriksaan fisik, peserta dites kadar gula darah dan kadar insulinnya saat puasa. Sampel darah kemudian dianalisis untuk mengetahui kandungan racun dari lingkungan, termasuk ftalat. Diabetes ditemukan banyak dialami peserta yang mengalami kelebihan berat badan dan memiliki lemak darah yang tinggi.

    Tapi, para peneliti juga menemukan hubungan antara kadar ftalat dalam darah dengan peningkatan risiko diabetes, bahkan setelah menghitung risiko lain seperti obesitas, lemak darah, merokok, dan kebiasaan olahraga.

    Individu yang darahnya banyak mengandung ftalat memiliki risiko terserang diabetes 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tingkat ftalatnya rendah. Peneliti juga menemukan bahwa jenis ftalat tertentu berkaitan dengan gangguan produksi insulin di pankreas.

    "Untuk mengetahui apakah ftalat benar-benar merupakan faktor risiko diabetes, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan hubungan serupa. Penelitian eksperimental pada hewan dan sel juga diperlukan untuk mengetahui mekanisme apa yang dapat mendasari hubungan ini," kata Monica Lind.

    Banyak orang menghirup dan terkontaminasi ftalat dalam kehidupan sehari-hari lewat bahan dalam plastik, parfum dan produk kosmetik. Ftalat banyak ditambahkan dalam banyak produk, mulai dari parfum, sabun, shampo, deodoran dan hairspray.

    Ftalat biasanya tidak dicantumkan pada label kemasan produk karena zat kimia yang ditambahkan di bawah jumlah yang ditetapkan bisa disebut dengan pewangi atau aroma. Istilah ini dapat memuat 7.000 bahan kimia atau lebih.




      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 3:35 pm