Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Keracunan

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Keracunan

    Post  flade on Sun Apr 22, 2012 5:41 am

    Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Keracunan




    Penyebab utama keracunan adalah memakan makanan setengah matang dan kotoran di permukaan peralatan dapur yang menyelinap melalui celah-celah peralatan.

    Kesalahan kecil saja dapat menyebabkan mual, muntah, diare dan demam. Menggunakan talenan secara terpisah untuk daging dan sayuran, menggosok buah segar dan mendisinfeksi peralatan dapur dapat menghindari risiko keracunan makanan.

    Beberapa hal yang sepele juga berisiko menyebabkan keracunan makanan. Seperti dilansir USNews.com, berikut adalah kesalahan umum yang sering dilakukan sehingga memicu keracunan makanan.

    1. Tidak mencuci tas belanja

    Kantong belanja yang dapat digunakan kembali memang ramah lingkungan, tapi tidak selalu baik untuk kesehatan. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, hanya 1 dari 6 orang yang mencuci tas belanjanya setelah digunakan secara teratur.

    Tas belanja yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri karena cairan dari daging mentah bercampur dengan makanan siap saji seperti roti dan buah.

    Untuk membantu menjaga makanan tetap bersih dan aman, cucilah tas belanja secara teratur dengan mesin cuci atau air sabun panas sebelum digunakan kembali.

    Pisahkan barang belanjaan secara hati-hati. Pakai 1 tas untuk daging, unggas, dan ikan, dan tas lain untuk membawa sayuran. Simpanlah tas belanjaan di tempat yang bersih dan kering.

    2. Menyimpan barang belanjaan di dalam mobil

    Kunci keamanan dan kebersihan makanan adalah menyimpannya pada suhu yang benar. Banyak orang suka meninggalkan barang belanjaan di dalam mobil.

    Jika tidak dapat langsung menyimpan barang belanjaan ke dalam kulkas, produk daging dan susu harus dikemas secara terpisah agar tidak mudah busuk dan mencemari makanan lain.

    3. Menyimpan makanan terlalu lama di dalam kulkas

    Ayam sebaiknya disimpan di dalam kulkas selama 1 - 2 hari, daging merah selama 3 - 5 hari, telur selama 3 - 5 minggu, dan mentega 1 -3 bulan. Tapi hal itu dilakukan hanya jika lemari es beroperasi pada suhu yang tepat.

    Academy of Nutrition and Dietetics di AS menganjurkan untuk menjaga suhu kulkas tetap di bawah 4 derajat Celcius dan freezer di bawah -17 derajat Celcius.

    4. Membersihkan peralatan dan perlengkapan dapur dengan spon

    Tujuan dari mengelap meja adalah untuk menghilangkan bakteri dan kuman. Biasanya, orang suka menggunakan spon basah atau lap dapur.

    Spon atau lap yang lama dipakai bisa berbahaya. Akan lebih baik jika menggunakan tisu dapur dan larutan pembersih.

    Namun jika bersikeras menggunakan spon, bersihkan spon dengan cara mencucinya dalam mesin cuci piring dan memanaskannya dalam microwave selama 30 detik.

    5. Terlalu banyak menggunakan obat maag

    Antasida merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi maag. Orang yang secara teratur menggunakan antasida ternyata lebih berisiko mengalami keracunan makanan.

    Tubuh memiliki pertahanan alami terhadap penyakit yang dibawa makanan, yaitu asam lambung yang efektif membunuh kuman yang ikut tertelan. Antasida menurunkan tingkat keasaman perut sehingga memungkinkan kuman masuk ke dalam usus.

    6. Membiarkan peliharaan menyentuh makanan

    Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing sering meninggalkan jejak bulu dan kotoran yang meningkatkan risiko penyakit. Centers for Disease Control and Prevention di AS mengatakan bahwa salah 1 penyebab utama diare di Amerika Serikat adalah infeksi Campylobacter enteritis yang dibawa oleh hewan peliharaan.

    Jagalah agar peliharaan tidak menyentuh makanan dan cuci tangan sampai bersih setelah bermain dengan peliharaan.




      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 5:04 am