Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Bisakah Kanker Payudara Dicegah?

    Share
    avatar
    La Rose

    76
    16.08.11

    Bisakah Kanker Payudara Dicegah?

    Post  La Rose on Wed May 09, 2012 5:48 am

    Bisakah Kanker Payudara Dicegah?


    Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami perempuan. Jika kanker serviks bisa dicegah melalui pemberian vaksin, lalu bisakah kanker payudara dicegah?

    "Untuk pencegahan primer kanker payudara masih susah, karena vaksinnya juga masih dalam pengembangan, jadi hanya bisa diupayakan melalui hidup sehat," ujar dr Sonar Soni Panigoro, SpBK.Onk dalam acara Kampanye Delapan Tingkatkan Kesadaran Kanker Payudara di RS Pondok Indah.

    dr Sonar menjelaskan untuk pencegahan sekunder dalam arti menemukan kasus kanker payudara sedini mungkin sehingga harapan hidupnya besar. Diketahui jika ditemukan dalam stadium 0 atau 1 maka sampai tahun keenam masih ada 90 persen pasien yang bertahan hidup.

    Sedangkan untuk pencegahan tersier yang mana sudah ditemukan kanker payudara namun dalam stadium lanjut, maka akan diupayakan agar kualitas hidup dari pasien tersebut tetap baik.

    "Butuh waktu agar kanker ini bisa terdeteksi, biasanya kalau di bawah 1 cm masih sulit. Tapi kadang karena nggak terasa makanya tidak diperiksa dan tiba-tiba sudah besar," ujar dr Sonar yang lahir di Bandung 53 tahun silam.

    dr Sonar menuturkan untuk mencapai ukuran 1 cm dibutuhkan waktu selama 5 tahun, karena pertumbuhannya lambat jika masih kecil. Tapi jika ukurannya sudah besar maka pertumbuhannya cepat dan susah dikendalikan kalau menyebar luas.

    Perempuan cenderung memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara dibanding laki-laki karena adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron yang dimilikinya. Namun ada pula faktor risiko lain untuk kanker payudara yaitu:

    1. Memiliki riwayat garis keturunan kanker atau pernah kena kanker payudara sebelumnya
    2. Melakukan terapi hormon pasca menopause dalam jangka waktu lama
    3. Terpapar radiasi saat terapi di daerah dada ketika usia muda
    4. Hamil di usia tua dan tidak menyusui
    5. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol serta\' kurang aktvitas fisik.

    Sampai saat ini penyebab untuk kanker payudara belum diketahui, tapi umumnya kasus ini banyak ditemukan saat usia 40-50 tahun dan jarang sekali didapati di usia kurang dari 20 tahun. Untuk itu perempuan disarankan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin sebagai langkah awal deteksi dini.




      Waktu sekarang Fri Jul 21, 2017 7:49 pm