Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Banyak Wanita Hamil yang Takut Olahraga

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Banyak Wanita Hamil yang Takut Olahraga

    Post  daun.kuning on Sat May 12, 2012 9:49 am

    Banyak Wanita Hamil yang Takut Olahraga



    Jangan heran jika banyak wanita hamil yang tak mau berolahraga karena takut merusak atau mengganggu janinnya. Padahal menurut sebuah studi, olahraga selama masa kehamilan terbukti bermanfaat bagi wanita hamil agar ia dan janinnya tetap sehat.

    "Meski banyak yang tahu manfaat olahraga bagi wanita hamil, ternyata masih ada saja wanita hamil yang takut berolahraga karena takut menyakiti anaknya," ujar peneliti Melissa J. Hague, MD, asisten profesor obstetri dan ginekologi di University of Kansas School of Medicine, Wichita seperti dilansir dari WebMD.

    Dalam studi yang melibatkan 90 wanita hamil tersebut, Melissa menemukan bahwa banyak wanita hamil yang sebelumnya rajin berolahraga mendadak menghentikan kebiasaannya itu ketika hamil. Beberapa diantaranya mengira olahraga, bahkan seperti berjalan kaki tidak aman dilakukan selama masa kehamilan.

    Latihan ringan selama 30 menit atau lebih setiap hari tampaknya aman bagi wanita hamil, saran Hague. Namun aktivitas olahraga yang berisiko tinggi jatuh, olahraga yang memerlukan kontak dengan pemain lain maupun menyelam sebaiknya tidak dilakukan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu sebelum memulai program latihan.

    Studi ini dilakukan Hague dan timnya melalui wawancara telepon dengan ke-90 partisipan yang usia kandungannya mencapai 16-30 minggu.

    Hasilnya, Hague mengetahui bahwa sebelum hamil, hampir separuh dari partisipan mengaku berolahraga ringan setidaknya 90 menit per minggu. Namun setelah hamil, kurang dari 27 persen yang melakukannya. "Mereka mengaku takut menyakiti bayinya," ujar Hague.

    Menurut Hague, masalah keamanan menjadi isu penting bagi wanita hamil yang tidak aktif berolahraga.

    - 62 persen wanita yang berolahraga selama masa kehamilan berpikir bahwa berolahraga lebih lama dari 30 menit itu aman
    - 18 persen wanita hamil yang tidak berolahraga berpikir demikian

    Hague juga menemukan adanya perbedaan etnis dalam menyikapi kebiasaan olahraga selama masa kehamilan:

    - Hampir 89 persen wanita kulit putih mengatakan bahwa jalan cepat itu aman dilakukan selama masa kehamilan dan 90 persen mengatakan berenang itu aman
    - 60 persen kelompok etnis lainnya berpikir bahwa jalan cepat itu aman dan hanya 67 persen mengira berenang itu aman

    Mitos yang turun-temurun dalam keluarga pun memicu ketakutan wanita hamil untuk berolahraga. "Jika ibu si wanita hamil berkata, 'Kamu akan menyakiti bayimu', maka mereka takkan melakukannya," ungkap Hague.

    Namun ada juga beberapa wanita tertentu yang cenderung lebih suka berolahraga selama masa kehamilan, termasuk wanita yang percaya bisa mengelola kebiasaan itu meskipun memiliki kesibukan. Wanita yang biasanya bekerja di luar rumah pun cenderung melakukan olahraga saat hamil.

    Untuk menyuburkan kebiasaan baik ini, Hague menyarankan agar wanita harus fokus pada manfaat latihan selama kehamilan. "Kita tahu olahraga memiliki manfaat yang signifikan bagi perempuan, termasuk mengurangi risiko depresi dan kenaikan berat badan berlebih," katanya. "Meminimalkan kenaikan berat badan berlebih dapat mengurangi risiko kelahiran caesar."



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 1:38 am