Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut

    Post  kuning on Mon May 21, 2012 5:47 am

    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut


    Cabai dikenal sebagai bahan makanan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Makanan dengan rasa pedas ini dikenal sebagai makanan pelangsing. Peneliti menemukan, bahan kimia dalam cabai memainkan peran dalam pengikisan lemak dan penurunan berat badan.

    Metode penurunan berat badan menggunakan capsaicin dalam paprika merah dan cabai untuk operasi pelangsingan. Para ilmuwan di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston mempelajari apakah ada alternatif bagi vagatomy- operasi pemotongan saraf vagus yang menghubungkan usus dan otak.

    Bedah ini biasanya untuk mengobati bisul dan memiliki manfaat tambahan dengan mengurangi risiko penyakit terkait obesitas. Namun, belum pernah digunakan secara khusus untuk penurunan berat badan karena efek samping seperti penundaan pengosongan lambung.

    Tim yang dipimpin oleh Dr Ali Tavakkoli, menganalisis teknik alternatif yang disebut vagal de-afferentation menggunakan tikus obesitas. Daripada menghapus saraf vagal sepenuhnya, ahli bedah menggunakan capsaicin untuk menghancurkan hanya serat saraf tertentu.

    Mereka menemukan, jumlah lemak yang menyebabkan perut bergelambir berkurang tujuh persen dalam 11 bulan dibandingkan dengan tikus kontrol. Meski efektivitas vagatomi lebih tinggi, sebesar 19 persen, namun metode pelangsingan perut ini memiliki efek samping lebih banyak.

    "Volume lemak visceral tinggi adalah penanda obesitas dan penyakit terkait obesitas, seperti diabetes. Kehilangan lemak viceral setelah vagal de-afferentation merupakan peluang keberhasilan metode ini," kata Tavakkoli.

    Peneliti mencatat perlu studi lebih lanjut agar capsaicin dapat digunakan langsung pada manusia, dan menentukan apakah capsaicin dapat langsung disuntikkan ke saraf vagal. "Operasi penurunan berat badan terus meningkat, sehingga prosedur yang sukses tanpa cara invasif semakin penting," tambahnya.

    Studi ini diterbitkan dalam Digestive Diseases and Sciences edisi Mei.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:45 pm