Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut

    Post  kuning on Mon May 21, 2012 5:47 am

    Cabai, Metode Baru Kikis Lemak Perut


    Cabai dikenal sebagai bahan makanan yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Makanan dengan rasa pedas ini dikenal sebagai makanan pelangsing. Peneliti menemukan, bahan kimia dalam cabai memainkan peran dalam pengikisan lemak dan penurunan berat badan.

    Metode penurunan berat badan menggunakan capsaicin dalam paprika merah dan cabai untuk operasi pelangsingan. Para ilmuwan di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston mempelajari apakah ada alternatif bagi vagatomy- operasi pemotongan saraf vagus yang menghubungkan usus dan otak.

    Bedah ini biasanya untuk mengobati bisul dan memiliki manfaat tambahan dengan mengurangi risiko penyakit terkait obesitas. Namun, belum pernah digunakan secara khusus untuk penurunan berat badan karena efek samping seperti penundaan pengosongan lambung.

    Tim yang dipimpin oleh Dr Ali Tavakkoli, menganalisis teknik alternatif yang disebut vagal de-afferentation menggunakan tikus obesitas. Daripada menghapus saraf vagal sepenuhnya, ahli bedah menggunakan capsaicin untuk menghancurkan hanya serat saraf tertentu.

    Mereka menemukan, jumlah lemak yang menyebabkan perut bergelambir berkurang tujuh persen dalam 11 bulan dibandingkan dengan tikus kontrol. Meski efektivitas vagatomi lebih tinggi, sebesar 19 persen, namun metode pelangsingan perut ini memiliki efek samping lebih banyak.

    "Volume lemak visceral tinggi adalah penanda obesitas dan penyakit terkait obesitas, seperti diabetes. Kehilangan lemak viceral setelah vagal de-afferentation merupakan peluang keberhasilan metode ini," kata Tavakkoli.

    Peneliti mencatat perlu studi lebih lanjut agar capsaicin dapat digunakan langsung pada manusia, dan menentukan apakah capsaicin dapat langsung disuntikkan ke saraf vagal. "Operasi penurunan berat badan terus meningkat, sehingga prosedur yang sukses tanpa cara invasif semakin penting," tambahnya.

    Studi ini diterbitkan dalam Digestive Diseases and Sciences edisi Mei.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 6:30 am