Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Fakta di Balik Masuk Angin

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Fakta di Balik Masuk Angin

    Post  flade on Wed Jun 06, 2012 5:51 am

    Fakta di Balik Masuk Angin


    Masuk angin. Istilah ini agaknya begitu akrab dengan kehidupan kita. Munculnya rasa tak enak dan lemas di badan. Biasa ditandai dengan perut kembung, yang seolah ada angin terperangkap dan bergerak-gerak di sana. Munculnya suara-suara aneh dari perut dan hasrat kuat bersendawa.

    Tak banyak yang memahami masuk angin. Yang sebenarnya terjadi adalah munculnya masalah pencernaan akibat telat makan, sehingga produksi asam lambung meningkat. Atau, karena mengasup makanan yang merangsangi produksi gas pada tubuh.

    Ketika makanan bergerak menuju saluran pencernaan, makanan akan diubah menjadi energi dan juga sampah. Namun, ada beberapa makanan yang sulit untuk diurai saluran pencernaan. Akibatnya, makanan akan digiring ke usus besar, dan merangsang produksi gas.

    Misalnya, usus kecil berisi enzim laktase yang berfungsi untuk memecahkan laktosa dalam makanan. Jika tidak terdapat laktase yang cukup di dalam usus, laktosa tidak akan hancur, sehingga tubuh terangsang memproduksi gas untuk fermentasi.

    Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan. Namun, tak ada salahnya menghindari sejumlah makanan yang dapat memicu atau memperburuk keluhan masuk angin.

    - Buah yang kaya akan gula seperti pisang, persik, aprikot, pir, dan apel.

    - Sayuran seperti bawang, paprika hijau, kembang kol, brokoli, jagung, kubis, dan kacang polong. Perlu diingat bahwa sayuran yang dimasak terlalu matang dan jumlah yang dikonsumsi akan memengaruhi pencernaan Anda.

    - Kacang mengandung gula yang dikenal sebagai raffinose yang dapat merangsang gas tumulous dalam tubuh.

    - Bahan makanan yang mengandung tepung seperti kentang, jagung, dan gandum.

    - Produk susu. Mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa berarti tidak mampu mencerna gula dalam susu.

    - Minuman bersoda.

    Untuk mengatasi masalah masuk angin yang sering terjadi, tingkatkan asupan serat, sehingga kesehatan pencernaan terjaga. Anda juga bisa mengonsumsi buah jambu biji, melon, pepaya, plum, serta\' meningkatkan konsumsi protein untuk mengganti asupan karbohidrat terhambat.





      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:30 pm