Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Fakta di Balik Masuk Angin

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Fakta di Balik Masuk Angin

    Post  flade on Wed Jun 06, 2012 5:51 am

    Fakta di Balik Masuk Angin


    Masuk angin. Istilah ini agaknya begitu akrab dengan kehidupan kita. Munculnya rasa tak enak dan lemas di badan. Biasa ditandai dengan perut kembung, yang seolah ada angin terperangkap dan bergerak-gerak di sana. Munculnya suara-suara aneh dari perut dan hasrat kuat bersendawa.

    Tak banyak yang memahami masuk angin. Yang sebenarnya terjadi adalah munculnya masalah pencernaan akibat telat makan, sehingga produksi asam lambung meningkat. Atau, karena mengasup makanan yang merangsangi produksi gas pada tubuh.

    Ketika makanan bergerak menuju saluran pencernaan, makanan akan diubah menjadi energi dan juga sampah. Namun, ada beberapa makanan yang sulit untuk diurai saluran pencernaan. Akibatnya, makanan akan digiring ke usus besar, dan merangsang produksi gas.

    Misalnya, usus kecil berisi enzim laktase yang berfungsi untuk memecahkan laktosa dalam makanan. Jika tidak terdapat laktase yang cukup di dalam usus, laktosa tidak akan hancur, sehingga tubuh terangsang memproduksi gas untuk fermentasi.

    Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan. Namun, tak ada salahnya menghindari sejumlah makanan yang dapat memicu atau memperburuk keluhan masuk angin.

    - Buah yang kaya akan gula seperti pisang, persik, aprikot, pir, dan apel.

    - Sayuran seperti bawang, paprika hijau, kembang kol, brokoli, jagung, kubis, dan kacang polong. Perlu diingat bahwa sayuran yang dimasak terlalu matang dan jumlah yang dikonsumsi akan memengaruhi pencernaan Anda.

    - Kacang mengandung gula yang dikenal sebagai raffinose yang dapat merangsang gas tumulous dalam tubuh.

    - Bahan makanan yang mengandung tepung seperti kentang, jagung, dan gandum.

    - Produk susu. Mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa berarti tidak mampu mencerna gula dalam susu.

    - Minuman bersoda.

    Untuk mengatasi masalah masuk angin yang sering terjadi, tingkatkan asupan serat, sehingga kesehatan pencernaan terjaga. Anda juga bisa mengonsumsi buah jambu biji, melon, pepaya, plum, serta\' meningkatkan konsumsi protein untuk mengganti asupan karbohidrat terhambat.





      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 5:05 pm