Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Fakta di Balik Masuk Angin

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Fakta di Balik Masuk Angin

    Post  flade on Wed Jun 06, 2012 5:51 am

    Fakta di Balik Masuk Angin


    Masuk angin. Istilah ini agaknya begitu akrab dengan kehidupan kita. Munculnya rasa tak enak dan lemas di badan. Biasa ditandai dengan perut kembung, yang seolah ada angin terperangkap dan bergerak-gerak di sana. Munculnya suara-suara aneh dari perut dan hasrat kuat bersendawa.

    Tak banyak yang memahami masuk angin. Yang sebenarnya terjadi adalah munculnya masalah pencernaan akibat telat makan, sehingga produksi asam lambung meningkat. Atau, karena mengasup makanan yang merangsangi produksi gas pada tubuh.

    Ketika makanan bergerak menuju saluran pencernaan, makanan akan diubah menjadi energi dan juga sampah. Namun, ada beberapa makanan yang sulit untuk diurai saluran pencernaan. Akibatnya, makanan akan digiring ke usus besar, dan merangsang produksi gas.

    Misalnya, usus kecil berisi enzim laktase yang berfungsi untuk memecahkan laktosa dalam makanan. Jika tidak terdapat laktase yang cukup di dalam usus, laktosa tidak akan hancur, sehingga tubuh terangsang memproduksi gas untuk fermentasi.

    Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan. Namun, tak ada salahnya menghindari sejumlah makanan yang dapat memicu atau memperburuk keluhan masuk angin.

    - Buah yang kaya akan gula seperti pisang, persik, aprikot, pir, dan apel.

    - Sayuran seperti bawang, paprika hijau, kembang kol, brokoli, jagung, kubis, dan kacang polong. Perlu diingat bahwa sayuran yang dimasak terlalu matang dan jumlah yang dikonsumsi akan memengaruhi pencernaan Anda.

    - Kacang mengandung gula yang dikenal sebagai raffinose yang dapat merangsang gas tumulous dalam tubuh.

    - Bahan makanan yang mengandung tepung seperti kentang, jagung, dan gandum.

    - Produk susu. Mereka yang tidak bisa mengonsumsi laktosa berarti tidak mampu mencerna gula dalam susu.

    - Minuman bersoda.

    Untuk mengatasi masalah masuk angin yang sering terjadi, tingkatkan asupan serat, sehingga kesehatan pencernaan terjaga. Anda juga bisa mengonsumsi buah jambu biji, melon, pepaya, plum, serta\' meningkatkan konsumsi protein untuk mengganti asupan karbohidrat terhambat.





      Waktu sekarang Tue Jul 25, 2017 1:37 pm