Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Lemak Perut, Mengatur Sistem Imun Tubuh

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Lemak Perut, Mengatur Sistem Imun Tubuh

    Post  via on Sat Jun 16, 2012 10:44 am


    Kalau biasanya kita mengeluh dengan timbunan lemak di perut, nampaknya mulai sekarang kita harus bersyukur memiliki lemak di perut.

    Pasalnya, para ilmuwan asal Amerika Serikat menemukan bahwa lemak di perut dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.

    Menurut para peneliti, temuan mereka dapat membantu mengembangkan jenis obat baru untuk pasien yang menjalani transplantasi organ dan jaringan, serta\' mereka yang menderita penyakit autoimun, seperti lupus.

    Gangguan autoimun adalah kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri.

    Diterbitkan pada jurnal PLoS ONE, penulis penelitian, Makio Iwashima, Profesor dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine, mengatakan bahwa para ilmuwan memiliki bukti bahwa omentum bukan hanya lemak. Omentum adalah selaput yang melapisi rongga abdomen dan meliputi sebagian besar organ-organnya.

    Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Iwashima mempelajari pengaruh dari interaksi sel lemak perut dan T-limfosit pada tikus. T-limfosit adalah penghalang imun pertama sebelum terjadinya infeksi, sel ini mampu mengidentifikasi, menyerang dan menghancurkan bakteri, virus, serta\' agen infeksi lainnya.

    Biasanya, T-limfosit memperbanyak diri untuk menangkal infeksi, dan memproduksi antibodi. Namun, ketika peneliti mencoba menggabungkan sel-sel lemak perut dengan T-limfosit yang telah diaktifkan, T-limfosit tidak meningkat jumlahnya, seperti yang seharusnya dilakukan, melainkan mati.

    Ini berarti bahwa sel omentum mengeluarkan zat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Temuan ini dapat berfungsi untuk menciptakan obat baru yang dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh dengan minimnya efek samping, dibandingkan obat imunosupresif yang digunakan saat ini.

    Obat tersebut dapat digunakan untuk mencegah penolakan pasien, yang telah menjalani transplantasi paru-paru. Profesor Iwashima menunjukkan bahwa selain kemampuan untuk mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, omentum juga memainkan peran penting dalam regenerasi jaringan yang rusak.

    Karena, omentum berisi sel batang mesenchymal yang terhubung ke tempat luka dan membantu dalam memperbaiki jaringan. Sel-sel ini memiliki kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel khusus.

    Dalam studi mereka, para peneliti menunjukkan bahwa kultur sel omentum dapat diubah menjadi sel paru-paru, serta\' menjadi sel-sel tulang. Dr. Iwashima percaya bahwa lemak perut bisa menjadi sumber sel-sel khusus untuk pengobatan dan perbaikan jaringan organ yang berbeda.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 12:26 am