Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Emosi Sering Meledak-ledak? Perbaiki Pola Makannya

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Emosi Sering Meledak-ledak? Perbaiki Pola Makannya

    Post  julia on Wed Jul 04, 2012 9:31 am


    Jika Anda kesulitan untuk menjinakkan emosi yang meluap-luap, cobalah untuk memodifikasi makanan yang Anda makan. Kualitas makanan yang Anda makan setiap hari, ternyata memberikan pengaruh yang begitu besar terhadap perubahan suasana hati.

    Peneliti melakukan studi untuk mengetahui kaitan antara makanan dengan suasana hati. Temuan menunjukkan diet yang bervariasi serta\' padat gizi secara signifikan dapat mengubah zat kimia dalam otak, sehingga menyebabkan kondisi mental yang seimbang dan timbul efek perasaan yang menyenangkan.

    Konsumsi terhadap makanan yang bergizi hanya cukup untuk mendukung kesehatan fisik saja. Sedangkan fungsi mental, kondisi emosional dan perilaku dipengaruhi oleh kualitas berbagai makanan yang Anda makan.

    "Saya melihat bahwa orang telah mendapatkan perbaikan terhadap kondisi depresi dan kecemasan dalam waktu seminggu setelah membuat beberapa perubahan pola makan sederhana," kata Trudy Scott, seorang ahli gizi dan juru bicara National Association of Nutrition Professional, seperti dilansir naturalnews.

    Perhatikan hal-hal berikut untuk bisa kendalikan emosi dengan makanan:

    1. Kemarahan, kelelahan, depresi, dan ketegangan jauh lebih menonjol pada pelaku diet rendah karbohidrat dibandingkan orang yang menyeimbangkan asupan protein dengan karbohidrat kompleks.

    2. Karbohidrat diperlukan untuk menghasilkan serotonin, suatu neurotransmitter yang bertanggung jawab untuk mengendalikan nafsu makan, meningkatkan suasana hati, dan menenangkan stres.

    3. Hindari makanan sarat gula seperti permen, kue, cookie, kentang dan roti putih akan membuat siklus emosional Anda tidak terkontrol karena tubuh dibanjiri oleh gula sederhana.

    4. Ketika asupan gizi Anda bergeser dari gula sederhana menjadi kompleks karbohidrat, perubahan sikap temperamental seseorang dapat menjadi lebih baik.

    5. Makanan seperti gandum, bayam, coklat, kacang-kacangan dan beras merah dapat menjaga kadar gula darah den emosi yang stabil. Kacang merupakan sumber yang sangat baik dari karbohidrat sehat.

    6. Minyak omega-3 juga memiliki dampak besar pada kesehatan emosional. Orang yang kekurangan asam lemak omega-3 cenderung bersikap pesimistis dan depresi. Omega-3 dapat diperoleh dari ikan seperti sarden dan salmon. Sumber yang sangat baik lainnya termasuk minyak biji rami dan kenari.

    7. Kekurangan (Defisiensi) zat besi dan tiamin juga dapat menambah ketidakstabilan emosional. Kurangnya zat besi berhubungan dengan kelelahan, kesulitan untuk fokus, dan depresi. Makanan yang kaya zat besi antara lain kuning telur dan kacang-kacangan.

    Seperti pernyataan dalam Darthmouth Undergraduate Journal of Science, kekurangan tiamin menyebabkan sikap pasif, kelelahan, penurunan rasa percaya diri, dan suasana hati yang buruk. Vitamin ini dapat ditemukan dalam ragi, kembang kol, telur, dan sereal biji-bijian.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:20 pm