Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Yesterday at 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Ketika Merasa Frustasi, Orang Cenderung Ekspresikan Senyum

    Share
    avatar
    zuu

    7
    17.06.12

    Ketika Merasa Frustasi, Orang Cenderung Ekspresikan Senyum

    Post  zuu on Fri Jul 06, 2012 10:13 am


    Meskipun senyum adalah ekspresi wajah yang sering digunakan untuk menunjukkan emosi positif, orang yang tersenyum belum tentu merasa senang. Nyatanya, orang yang merasa frustasi juga menunjukkan ekspresi yang sama. Namun ada sedikit hal yang membedakannya.

    Para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) membuat sebuah sistem komputer untuk membedakan manakah senyum karena senang dan manakah senyum karena frustasi. Software ini dikembangkan dengan tujuan untuk melatih orang-orang yang merasa kesulitan menafsirkan emosi orang lain, misalnya pada penyandang autis.

    "Tujuannya adalah untuk membantu orang ketitap berkomunikasi tatap muka," kata Ehsan Hoque, mahasiswa pascasarjana di Affective Computing Group di Lab Media MIT seperti dilansir Counsel & Heal.

    Dalam penelitian ini, para peserta penelitian dibawa ke laboratorium dan diminta mengisi formulir online yang membuat frustasi. Setelah peserta menekan tombol 'submit', data di formulir akan hilang dan harus diisi ulang dari awal. Bentuk formulir ini memang sengaja dibuat demikian. Segala tindak tanduk peserta direkam oleh kamera tersembunyi.
    .
    Para peneliti terkejut melihat banyak orang yang tersenyum ketika menghadapi situasi yang menyebabkan frustasi. Ketika belum begitu merasa frustasi, sebanyak 90% peserta tidak tersenyum sama sekali. Namun ketika benar-benar frustrasi, 90% di antaranya justru tersenyum.

    Hasil analisis rekaman video menunjukkan bahwa senyum yang dibuat ketika frustasi berbeda dengan senyum ketika senang. Jika senyum karena senang tersungging secara bertahap, senyum karena frustrasi muncul dan hilang dengan cepat.

    “Memahami seluk-beluk dan emosi yang mendasari ekspresi adalah tujuan utama dari penelitian ini. Penyandang autisme umumnya diajarkan bahwa orang yang tersenyum artinya senang. Namun penelitian menunjukkan bahwa pemahamannya tidak sesederhana itu,” kata Hoque.

    Penelitian juga menemukan bahwa manusia lebih akurat mendeteksi senyum karena senang dibandingkan program komputer. Namun senyum frustrasi lebih akurat terdeteksi oleh komputer. Para peneliti berpendapat, manusia cenderung cepat menafsirkan ekspresi, sedangkan algoritma komputer dapat melihat detil pergerakan senyum yang tidak disadari mata telanjang.

    Selain berguna untuk melatih para penyandang autis, agaknya metode pendeteksi senyum ini bisa berguna juga buat para salesman. Dengan memahami senyum frustasi ini, anggapan awam bahwa orang tersenyum selalu berarti senang tak kan lagi berlaku.



      Waktu sekarang Sat Aug 19, 2017 5:10 am