Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Saat-saat Orang Nggak Boleh Makan Sayur

    Share

    miss_vi

    8
    08.07.12

    Saat-saat Orang Nggak Boleh Makan Sayur

    Post  miss_vi on Mon Jul 09, 2012 12:49 am


    Anda perlu memenuhi kebutuhan vitamin tubuh dengan mengonsumsi sayuran setiap hari. Tetapi ternyata ada beberapa kondisi yang membuat Anda harus membatasi konsumsi sayuran tertentu.

    Beberapa jenis sayuran tertentu dapat memberikan efek yang kurang menyenangkan bahkan berbahaya jika dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit atau berada pada kondisi tertentu.

    Berikut 10 kondisi yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda makan sayuran, seperti dilansir dari everydayhealth, antara lain:

    1. Atlet lari

    Ketika Anda berolahraga, darah akan lebih banyak mengalir ke otot-otot yang bekerja dan darah pada perut yang dapat membantu mencerna makanan tidak mencukupi. Jadi jika Anda baru saja makan dan berolahraga sebelum makanan benar-benar dicerna maka bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan diare.

    Seorang atlet lari harus menghindari makanan berserat tinggi seperti brokoli di jam-jam sebelum latihan. Para ahli gizi merekomendasikan atlet untuk makan makanan yang mudah dicerna, seperti roti dengan selai kacang, pisang, atau sereal dengan susu sebelum memulai latihan.

    2. Penderita hipertensi

    Orang yang membatasi asupan natrium karena hipertensi atau penyakit jantung harus waspada terhadap sayur kalengan. Terkadang sayur kalengan mengandung setengah dari jumlah harian natrium yang diperlukan tubuh yaitu antara 1.500 dan 2.300 miligram setiap hari.

    3. Penderita radang usus

    Penderita radang usus harus makan makanan yang lembut untuk membantu menyembuhkan saluran pencernaannya. Meskipun tidak optimal untuk keseluruhan kesehatan Anda, tetapi penderita radang usus harus membatasi buah, sayuran, dan gandum selama beberapa waktu hingga pencernaannya membaik.

    4. Perut kembung

    Kacang benar-benar makanan yang memiliki manfaat luar biasa bagi tubuh, tapi dapat menghasilkan perut kembung karena gas yang berlebihan. Sayuran yang juga menyebabkan gas dan perut kembung karena seratnya adalah brokoli, kubis, kol, dan asparagus.

    5. Sebelum dan sesudah operasi gastrointestinal

    Setelah operasi gastrointestinal, seperti reseksi usus, sebagian besar pasien harus menjauhkan diri dari sayuran selama 2 sampai 6 minggu setelah operasi untuk memberikan waktu menyembuhkan usus. Dokter biasanya merekomendasikan makanan berserat rendah dalam rangka mengurangi serat yang akan melalui usus.

    6. Penderita Irritable Bowel Syndrome

    Mirip dengan radang usus, orang dengan Irritable Bowel Syndrome atau IBS bisa mendapatkan keuntungan dari diet rendah serat untuk membantu menghindari kembung, sakit perut, kram, dan diare. Sangat penting untuk menghindari makanan tinggi serat bagi penderita IBS agar mengurangi gejala.

    7. Penderita gagal ginjal

    Orang dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal harus menghindari sayuran yang tinggi kalium dan fosfor karena ginjal tidak mampu untuk membersihkan unsur-unsur dari aliran darah. Makanan yang harus dihindari pasien ginjal adalah ubi jalar, kentang, asparagus, jamur, dan kubis.

    8. Penderita maag

    Jika Anda menderita maag Anda mungkin harus menghindari tomat asam dan produk tomat lainnya. Ketika asam lambung dalam perut bertemu dengan makanan ber pH asam, gejala sakit maag akan semakin tidak nyaman dan hanya bertambah buruk.

    9. Kondisi hypercarotenemia

    Menurut penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, kondisi hypercarotenemia, atau kulit yang kekuningan karena terlalu banyak beta-karoten sama sekali tidak berbahaya. Namun, Anda yang mengalami kondisi ini, sebaiknya mengurangi konsumsi wortel.

    Para ilmuwan di Ohio State University menemukan bahwa beberapa molekul beta-karoten memblokir penyerapan tubuh terhadap vitamin A, yang penting untuk mata, tulang, dan kesehatan kulit, serta\' metabolisme normal dan fungsi kekebalan tubuh. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi hal tersebut.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:37 pm