Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Sebabnya Orang Bisa Tiba-tiba Bangun Waktu Sedang Dioperasi

    Share

    kalkulus

    5
    08.07.12

    Ini Sebabnya Orang Bisa Tiba-tiba Bangun Waktu Sedang Dioperasi

    Post  kalkulus on Tue Jul 10, 2012 3:22 am


    Ketika sedang menjalani operasi, terkadang ditemui kasus seorang pasien yang tiba-tiba tersadar dari pembiusannya. Pembiusan atau anestesi diberikan untuk membuat pasien tidak merasa sakit atau hilang kesadaran sepenuhnya ketika dioperasi. Karena tersadar, pasien bisa merasa depresi dan trauma dengan operasi.

    Tersadar setelah pembiusan tidak selalu berarti pasien tersebut sadar 100% saat di tengah-tengah operasi. Biasanya, kasus ini terjadi dalam bentuk pasien bisa mendengar suara, sensasi dan emosi ketika dioperasi, padahal seharusnya pasien tidak dapat.

    Beberapa pasien ada yang mengingat kembali rasa sakitnya setelah dioperasi. Ada juga pasien yang kemudian bermimpi setelah mendapat anestesi.

    Kasus sadar saat dioperasi ini terjadi pada 1 dari setiap 1.000 orang pasien yang mendapat pembiusan umum. Beberapa pasien ada yang berisiko tinggi dan ada juga yang berisiko lebih rendah.

    Pasien yang menjalani operasi besar, terutama operasi darurat dan operasi jantung terbuka lebih tinggi risikonya, yaitu kemungkinannya 1 dari 100 orang pasien.

    "Fenomena ini terjadi ketika pasien tidak mendapatkan cukup obat bius. Beberapa kasus lain diakibatkan adanya masalah dengan peralatan, pemberian obat-obatan, atau kesalahan yang dilakukan dokter anestesi," kata Kate Leslie, profesor dari Departemen Farmakologi di University of Melbourne seperti dilansir The Conversation.

    Kurangnya pembiusan ini juga bisa disebabkan karena pasien terlalu sakit untuk mendapat banyak pembiusan. Obat anestesi umum menyebabkan tekanan darah rendah dan memperlambat denyut jantung.

    Pada pasien yang mengalami pendarahan atau mengidap gagal jantung, pembiusan umum ini justru dapat menjadi masalah.

    Penelitian telah menemukan bahwa wanita lebih cepat tersadar dari pembiusan setelah menjalani operasi dibandingkan laki-laki. Mungkin inilah sebabnya wanita lebih mungkin mengalami kejadian sadar ketika dioperasi.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:52 pm