Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bagi yang Rambutnya Merah, Punya Uban Justru Lebih Sehat

    Share

    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Bagi yang Rambutnya Merah, Punya Uban Justru Lebih Sehat

    Post  andi_bunga on Fri Jul 20, 2012 11:46 am


    Warna rambut berhubungan juga dengan kesehatan, salah satunya terkait risiko kanker. Pigmen atau zat warna bisa mengikat radikal bebas pemicu kanker, sementara uban yang tidak punya pigmen justru menandakan tidak adanya radikal bebas.

    Bagi kebanyakan orang, rambut beruban pasti selalu dikeluhkan karena memberi kesan lebih tua dari usia sebenarnya. Bagi yang memang sudah tua, memudarnya warna rambut sering ditutup-tutupi dengan memakai semir atau cat rambut agar tampak lebih muda.

    Padahal penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Physiological and Biochemical Zoolog menunjukkan, banyaknya uban justru menunjukkan bahwa seseorang lebih sehat dalam arti tertentu. Pasalnya, rambut dikatakan beruban ketika pigmen atau zat warnanya mulai berkurang.

    Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Museo Nacional de Ciencias Naturales di Spanyol ini juga mengungkap bahwa pigmen ada 2 macam, yakni eumelanin dan pheomelanin. Eumelanin memberi warna coklat atau hitam, sementara pheomelanin memberi warna merah atau coklat muda.

    Berbeda dengan eumelanin, pheomelanin membutuhkan senyawa yang disebut glutation atau GSH untuk menghasilkan warna pada rambut maupun kulit. Senyawa ini merupakan antioksidan, yang seharusnya melindungi tubuh dari radikal bebas pemicu kanker.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembentukan warna, khususnya oleh pigmen pheomelanin banyak menghabiskan kadar GSH. Akibatnya reaksi oksidasi yang menghasilkan radikal bebas meningkat, sehingga risiko kanker juga ikut meningkat.

    Ini berarti, bagi yang rambutnya merah maka banyak uban justru menjadi pertanda baik. Karena pigmen atau zat warna pheomelaninnya berkurang, kadar GSH lebih terjaga dan bisa lebih optimal dalam melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.

    "Bukannya menandakan usia yang makin tua, uban yang makin banyak justru menandakan kondisi kesehatan yang lebih baik," kata Ismael Galvan yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Livescience.

    Sayangnya seperti dikatakan oleh Galvan, penelitian ini baru dilakukan pada babi hutan yang memang diyakini memiliki kemiripan proses pigmentasi dengan manusia. Namun diperkirakan, hubungan antara warna rambut dengan risiko kanker tidak akan jauh berbeda ketika diterapkan pada manusia.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 7:15 am