Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kebiasaan yang Bikin Jantung Menderita

    Share

    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Kebiasaan yang Bikin Jantung Menderita

    Post  andi_bunga on Fri Jul 20, 2012 11:51 am


    Risiko penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, terutama orang yang tidak memperhatikan gaya hidupnya sehari-hari. Beberapa kesalahan dalam aktivitas Anda sehari-hari ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

    Berikut adalah 11 kesalahan umum yang dapat merugikan kondisi jantung Anda, seperti dilansir ivillage, antara lain:

    1. Mengabaikan kesehatan gigi

    Kesehatan gigi berpengaruh terhadap kesehatan jantung, dan telah banyak penelitian yang menghubungkan antara kesehatan gigi dan mulut dengan risiko penyakit jantung. Peradangan kronis yang terjadi di lapisan gusi dapat menulrkan radang kronis di seluruh tubuh Anda.

    Selain itui, semburan kecil dari bakteri dapat masuk ke aliran darah Anda dan masuk ke jantung. Orang yang rajin menjaga kebersihan gigi dan mulut memiliki risiko yang rendah terhadap penyakit jantung.

    2. Kurangnya jam tidur

    Orang yang jam tidurnya kurang dari 5 jam setiap malam akan merugikan kondisi jantungnya. Tidur mempromosikan tekanan darah dan mengurangi kemungkinan denyut jantung tidak teratur,. Sehingga orang yang memiliki kebiasaan tidur yang tidak baik cenderung memiliki kondisi jantung yang buruk.

    3. Tidak ada waktu untuk istirahat dan bersenang-senang

    Liburan atau istirahat sejenak dari padatnya aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari dapat membuat Anda rileks dan terhindar dari stres. Bahkan ada juga bukti bahwa tidak adanya waktu untuk berlibur mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Berdasarkan studi yang dilakukan selama 20 tahun sejak tahun 1990-an terhadap 750 wanita mendapatkan kesimpulan bahwa wanita yang memiliki waktu berlibur kurang dari sekali selama enam tahun memiliki risiko 50 sampai 100 persen lebih besar terhadap serangan jantung dibandingkan dengan wanita yang berlibur dua kali dalam setahun.

    Baru-baru ini, data dari studi kesehatan wanita Wisconsin menemukan bahwa wanita yang tidak memiliki waktu berlibur cenderung menjadi tegang, depresi dan kelelahan. Meningkatnya gangguan psikologis ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    4. Tidak makan buah dan sayuran

    Selain karbohidrat, protein dan lemak sehat, Anda juga memerlukan makanan yang kaya serat, vitamin, mineral dan antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran. Buah dan sayuran juga mengandung kalium.

    Meningkatkan asupan kalium dapat mengurangi kadar natrium dalam tubuh yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Jeruk, pisang, kentang, tomat dan kacang merupakan makanan yang menjadi sumber kalium yang baik untuk jantung.

    Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi asupan tinggi buah dan sayuran mengalami penurunan risiko penyakit stroke hingga 52 persen dibandingkan dengan asupan yang rendah terhadap buah dan sayuran.

    5. Tidak terpapar sinar matahari

    Menghindari paparan sinar matahari memang baik untuk meminimalkan risiko kanker kulit. Namun, tubuh Anda juga membutuhkan beberapa paparan sinar matahari untuk membantu Anda mempertahankan tingkat vitamin D dalam tubuh yang cukup.

    Vitamin D diproduksi di kulit Anda dengan adanya sinar matahari dan penelitian mengungkapkan bahwa sinar matahari juga mempengaruhi kesehatan jantung Anda. Berdasarkan penelitian di New York, orang yang memiliki tingkat vitamin D rendah lebih mungkin memiliki penumpukan plak di pembuluh darahnya daripada orang yang memiliki kadar vitamin D yang tinggi dalam darahnya.

    6. Melewatkan pemeriksaan

    Akan lebih baiki untuk mngetahui segala kemungkinan adanya masalah pada jantung sejak dini melalui pemeriksaan. Penyakit jantung merupakan jenis penyakit silent killer, yang banyak orang yang memilikinya tidak memiliki gejala yang jelas.

    Menurut American Heart Association merekomendasikan bahwa mulai umur 20 tahun, orang perlu melakukan pemeriksaan kolesterol setiap 5 tahun sekali, tekanan darah diperiksa setidaknya setiap 2 tahun sekali, dan glukosa darah diperiksa setiap tiga tahun untuk mengetahui peningkatan risiko penyakit jantung.

    7. Tidak minum susu

    Susu merupakan bagian yang penting dari diet yang mempromosikan hidup sehat. Beberapa studi menunjukkan bahwa diet tinggi susu yang rendah lemak dapat mengurangi risiko diabetes pada pria dan wanita. Diabetes ini pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Dalam studi yang dilakukan terhadap 82.000 wanita menopause selama 8 tahun, peneliti menemukan bahwa wanita dengan asupan susu tertinggi memotong resiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 50 persen dibandingkan dengan wanita yang memiliki asupan susu yang rendah.

    8. Melewatkan makan kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan sumber protein sehat yang bebas lemak jenuh, dan juga merupakan salah satu sumber serat larut terbaik yang penting dalam mengurangi kolesterol. Kolesterol yang menumpuk dapat mengganggu aliran darah pada jantung.

    9. Terlalu banyak minum minuman manis

    Soda merupakan minuman yang paling banyak mengandung pemanis buatan. Banyak penelitian yang merekomendasikan bahwa wanita seharusnya mengonsumsi gula tidak lebih dari 100 kalori atau setara dengan 6 sendok teh gula tambahan per hari dan pria tidak lebih dari 150 kalori atau 9 sendok teh.

    Gula tambahan dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah Anda. Trigliserida adalah jenis lemak yang justru bisa membuat darah Anda lebih tebal dan mengganggu kinerja jantung dalam memompa darah.

    10. Melewatkan asupan kafein

    Kopi dan teh bukan hanya mengandung kafein, tetapi juga sarat dengan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh yang merupakan faktor risiko terhadap penyakit jantung. Minum secangkir atau dua cangkir kopi atau teh dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

    11. Anda terlalu sibuk

    Menurut American Heart Association, terlalu banyak kegiatan sehari-hari dapat menyebabkan stres kronis yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah yang dapat merusak dinding arteri Anda. Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak dari aktivitas yang terlalu padat untuk kesehatan jantung Anda.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 5:09 am