Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ada Bahaya di Balik Makanan Sehari-hari Ini

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Ada Bahaya di Balik Makanan Sehari-hari Ini

    Post  lea on Wed Jul 25, 2012 9:22 am


    Jangan asal ketika memilih makanan. Makanan yang tampaknya sehat dan lezat, bisa jadi menempatkan Anda pada risiko kesehatan karena kontaminasi bakteri berbahaya. Beberapa makanan sehat, ternyata memiliki risiko terhadap penyakit.

    Berikut 10 makanan lezat yang memiliki risiko terhadap kesehatan seperti dilansir ivillage :

    1. Telur ayam

    Telur ayam merupakan sumber protein yang sehat dan dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi Center for Science in the Public Interest pada tahun beberapa kali selama tahun 1990 sampai 2006, melaporkan bahwa telur dianalisis mengandung wabah penyakit bawaan makanan.

    Bakteri salmonella yang biasanya menetap dalam saluran usus hewan dan burung, merupakan penyebab terbesar dari kontaminasi telur. Tetapi FDA (Food and Drug Administration) menyatakan bahwa risiko tersebut dapat diminimalisir dengan cara pembelian, penyimpanan dan pengolahan telur yang tepat.

    Simpan telur dalam lemari pendingin dan masak telur sampai benar-benar matang. Hindari juga penggunaan telur mentah dalam resep makanan, seperti ketika membuat kue.

    2. Sayuran hijau

    Mungkin sulit dipercaya jika sayuran hijau populer seperti selada, bayam, kangkung dan kol dapat menimbulkan risiko kesehatan. Produksi, penanganan dan persiapan yang tidak benar dapat menyebabkan kontaminasi dari bakteri E. coli, norovirus dan salmonella.

    Pada tahun 2010 beredar kasus tercemarnya selada oleh bakteri E. coli dan terkait dengan sedikitnya 19 kasus penyakit di New York, Michigan, dan Ohio. Cucilah sayuran hijau terlebih dahulu sebelum dimasak dengan merendamnya menyeluruh dalam air.

    3. Tuna

    Jika tuna dan ikan segar lainnya tidak disimpan atau didinginkan dalam kondisi yang benar, dapet melepaskan racun alami, seperti scombrotoxin. Konsumsi terhadap ikan tuna yang tidak disimpan dengan tepat juga dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan norovirus dan salmonella.

    Simpanlah ikan tuna dalam kondisi dingin atau letakkan di atas es. Suhu normal ruangan dapat menimbulkan risiko pertumbuhan bakteri.

    4. Tiram

    FDA pernah memperingatkan bahwa konsumsi tiram yang tidak diolah dengan tepat dapat menempatkan Anda pada kontaminasi norovirus yang dapat menyebabkan gastroentritis dan peradangan usus. Selain itu juga berisiko kontaminasi bakteri vibrio yang berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit parah.

    Agar Anda dapat menikmati makanan ini dengan aman, masaklah tiram hingga benar-benar matang. Tiram mentah atau setengah matang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Simpan tiram dalam keadaan dingin di kulkas agar bakteri tidak dapat tumbuh dan berkembang.

    5. Kentang

    Bakteri salmonella, E. coli, shigella dan listeria paling sering dikaitkan pada wabah penyakit dalam kentang. Bakteri tersebut berkembang dalam kulit kentang. Meskipun kentang kaya akan vitamin jika dimakan bersama kulitnya, hindari risiko kesehatan yang ditimbulkannya dengan mengupas bersih kentang sebelum diolah.

    6. Keju

    Keju dan produk susu yang tidak dipasteurisasi berisiko terhadap tercemarnya produk terhadap bakteri penyebab listeriosis, yaitu infeksi yang sering terjadi pada ibu hamil dan menyebabkan keguguran. Pastikan Anda memilih keju yang telah dipasteurisasi untuk menghindari risiko tersebut.

    7. Es krim

    Es krim olahan rumah tangga kebanyakan menggunakan telur mentah atau kurang matang yang dapat menempatkan Anda dari kontaminasi bakteri salmonella dan staphylcoccus. Seperti keju yang tidak dipasteurisasi, es krim tersebut juga dapat menyebabkan masalah bagi wanita hamil yang lebih rentan terhadap ancaman listeriosis.

    Berhati-hatilah ketika makan es krim buatan sendiri atau industri rumah tangga. Es krim yang dijual di toko-toko umumnya relatif aman karena memperhatikan komposisi bahan dengan tepat agar memuaskan konsumen.

    8. Tomat

    Tomat juga merupakan salah satu sayuran yang dapat terkontaminasi salmonella. Menurut FDA, salmonella membuat jalan masuk ke dalam tomat melalui retak kecil pada kulit tomat. Cuci tomat secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, masak tomat untuk membunuh bakteri yang sulit dibasmi seperti salmonella.

    9. Tauge

    Biasanya, tauge terkontaminasi dengan patogen berbahaya, seperti salmonella dan E. coli ketika belum dipanen dan pada saat penyimpanan. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah sangat rentan terhadap penyakit setelah mengonsumsi tauge mentah atau kurang matang.

    10. Buah beri

    Selama bertahun-tahun, buah beri telah dikaitkan dengan ribuan penyakit. Penyebab paling umum dari penyakit terkait buah beri adalah Cyclospora, infeksi yang terjadi pada usus. Gejala Cyclospora termasuk kram perut, diare dan dehidrasi.

    Cuci sampai bersih buah stroberi atau blackberi sebelum dikonsumsi. Perlu diingat, bahwa pestisida dapat menembus ke dalam buah berkulit tipis, sehingga Anda disarankan untuk memilih buah beri yang organik.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 3:01 pm