Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bakteri Perut Bisa Pengaruhi Suasana Hati

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Bakteri Perut Bisa Pengaruhi Suasana Hati

    Post  lea on Wed Jul 25, 2012 9:26 am


    Sistem pencernaan manusia berperan penting dalam penyerapan nutrisi tubuh dan mempengaruhi kualitas hidup.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa kesehatan seseorang dan suasana hatinya berkaitan erat dengan jenis makanan yang dipilih dan jenis organisme yang ada di dalam usus

    Penelitian ini mengatakan bahwa pemilihan makanan mempengaruhi jenis organisme yang tumbuh di dalam tubuh dan pada gilirannya akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Penelitian yang dimuat jurnal Nature ini menganalisis jenis organisme apa saja yang ada di dalam perut lebih dari 170 orang yang berusia 78 tahun.

    Peneliti menemukan bahwa mikroba dalam usus bervariasi sesuai dengan tempat tinggal dan apa yang dimakan. Orang yang hidup dalam masyarakat yang sehat memiliki jenis organisme yang beranekaragam.

    Orang yang tinggal di tempat perawatan kesehatan selama jangka waktu yang panjang memiliki variasi mikroba yang lebih rendah dan kondisi kesehatannya cenderung lebih lemah.

    "Temuan kami menunjukkan bahwa pada orang-orang tua, terlepas dari kondisi kesehatan awal dan kondisi genetiknya, terdapat perbedaan yang sangat signifikan akibat penuaan karena pilihan makanan yang berdampak pada ekosistem bakteri usus," ungkap peneliti, Paulus O'Toole, dari University College Cork, Irlandia seperti dilansir HealthDay.

    Orang tua yang awalnya tinggal di lingkungan sehat kemudian pindah ke perawatan kesehatan dengan cepat mengalami perubahan pola makan, tetapi perubahan mikroba di dalam usus lebih lambat.

    Dibutuhkan waktu sampai 1 tahun agar mikroba ini benar-benar berubah. Menurunnya kondisi kesehatan nampaknya tidak mempengaruhi perubahan komposisi ini, namun lebih dipengaruhi oleh pola makan.

    Tak hanya itu, organisme di usus manusia juga dapat mempengaruhi suasana hati. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri usus bisa 'berkomunikasi' dengan otak lewat pembuatan senyawa yang mempengaruhi koneksi otak dengan usus. Perubahan bakteri usus pada orang tua bisa berdampak pada fungsi kognitif dan suasana hati.

    Menurut penelitian sebelumnya, mikroba yang tumbuh di usus menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi manusia yang ditempati. Peran mikroba dalam usus lansia lebih besar karena sistem pencernaannya melemah sehingga fungsinya lebih banyak diambil alih oleh mikroba.

    "Untuk mengatasi lemahnya fungsi sistem pencernaan, mikroba berperan membantu tubuh untuk menjadikan proses pencernaan menjadi seefektif dan seefisien mungkin," kata O'Toole.

    Beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mempertimbangkan pemberian pengobatan berdasarkan jenis usus, maksudnya mempertimbangkan jenis mikroorganisme yang ada dalam usus.

    Tujuannya agar pengobatan yang diberikan lebih efektif. Agar membuat bakteri yang bermanfaat tumbuh makin subur di dalam usus, salah satu caranya adalah dengan banyak memakan makanan berserat.



      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 7:00 pm