Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Orang Kurus Ternyata Jauh Lebih Tak Sehat Dibanding Orang Gemuk

    Share

    meilani

    97
    18.08.11

    Orang Kurus Ternyata Jauh Lebih Tak Sehat Dibanding Orang Gemuk

    Post  meilani on Fri Jul 27, 2012 11:41 am



    Kelebihan berat badan atau obesitas saat ini dijadikan ancaman serius bagi kesehatan. Kelebihan berat badan dan obesitas memang berisiko memicu berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi dan kolesterol. Berbeda dengan obesitas, orang yang terlalu kurus hampir tidak pernah tersentuh oleh sorotan. Nyatanya, terlalu kurus justru lebih tidak sehat dibanding kelebihan berat badan.

    Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari University of California Davis School of Medicine menunjukkan orang yang kurus atau 'underweight' jauh lebih berbahaya dibandingkan orang yang gemuk atau 'overweight'.

    "Saat ini sangat luas diyakini bahwa kelebihan berat badan atau obesitas akan meningkatkan risiko kematian. Namun temuan kami menunjukkan hal ini mungkin tidak sesederhana itu. Dalam rentang waktu 6 tahun dari evaluasi yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hanya obesitas berat saja yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian," kata prof Anthony Jerant seperti dilansir The Register.

    Jerant dan timnya mensurvei hampir 51.000 orang Amerika dari segala usia selama 6 tahun. Hasil analisis mengungkapkan bahwa peserta yang memiliki indeks massa tubuh dalam kategori kurus atau 'underweight' memiliki risiko kematian 2 kali lipat lebih besar dibandingkan peserta dengan indeks massa tubuh yang normal.

    Yang mencengangkan, peserta yang memiliki indeks massa tubuh dalam kategori gemuk atau kelebihan berat badan 'hanya' memiliki risiko kematian 1,26 kali lipat lebih tinggi dibandingkan yang normal.

    Orang yang sangat gemuk ditemukan lebih mudah menderita hipertensi dan diabetes. Namun begitu kedua penyakit tersebut dikurangi, ternyata banyak juga orang gemuk yang tidak mengidap diabetes dan hipertensi. Orang gemuk ini risiko kematiannya tidak begitu jauh lebih besar dibandingkan orang yang memiliki indeks massa tubuh normal.

    "Kami berharap temuan kami akan mendorong munculnya penelitian yang akan memeriksa kembali hubungan antara kelebihan berat badan atau obesitas dengan risiko kematian jangka panjang," kata prof Jerant.

    Kebanyakan pengkategorian tubuh saat ini didasarkan pada indeks massa tubuh, di mana seseorang dinilai 'underweight', 'normal', 'overweight', 'gemuk' atau 'sangat gemuk'. Indeks massa tubuh disusun pada awal abad 19 oleh seorang sosiolog Belgia tanpa kualifikasi medis. Oleh karena itu, beberapa ahli masa kini menganggap indeks massa tubuh kurang tepat digunakan untuk mengukur kondisi seseorang.




      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:08 pm