Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Banyak Makan Karbohidrat dan Gula Picu Kanker Payudara

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Banyak Makan Karbohidrat dan Gula Picu Kanker Payudara

    Post  julia on Sat Jul 28, 2012 6:40 am



    Makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan gula diketahui berisiko buruk bagi kesehatan. Selain memicu diabetes, makanan seperti ini ditemukan dapat memicu kanker payudara pada wanita yang telah mengalami menopause.

    Sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa menemukan adanya hubungan antara 'beban glikemik' yang tinggi dengan kanker payudara. Beban glikemik tinggi artinya banyak mengkonsumsi makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Biang keladinya adalah makanan olahan dari tepung putih, kentang dan permen.

    Buah yang manis juga sebenarnya dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. Tapi karena rendah kalori, maka buah tidak banyak memicu kenaikan beban glikemik.

    Kanker payudara yang berhubungan dengan beban glikemik tersebut adalah kanker payudara reseptor estrogen (RE) negatif. Jumlahnya mencapai sekitar seperempat dari keseluruhan kasus kanker payudara. Meskipun sedikit, kanker ini biasanya berdampak lebih buruk dibanding kanker dengan RE positif karena cenderung tumbuh lebih cepat dan tidak merespon terapi hormon.

    "Secara umum, makanan dengan beban glikemik tinggi bukanlah menu yang sehat. Makanan seperti ini telah ditemukan berkaitan dengan banyak kondisi kesehatan yang negatif," kata Christina Clarke, peneliti di Cancer Prevention Institute of California di Fremont seperti dilansir Reuters.

    Makanan dengan beban glikemik yang tinggi berhubungan dengan pengeluaran insulin dalam jumlah yang sangat banyak. Insulin merupakan hormon yang mengatur gula darah. Tingkat insulin yang tinggi diketahui berkaitan dengan munculnya jenis kanker tertentu, diduga karena insulin membantu pertumbuhan tumor.

    Kesimpulan dari penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition ini didasarkan pada penelitian yang sudah lama berjalan di Eropa mengenai faktor gizi dan risiko kanker. Dari hampir 335.000 orang wanita dalam penelitian, sebanyak 11.576 orang di antaranya menderita kanker payudara selama belasan tahun.

    Dalam penelitian, wanita menopause yang mengkonsumsi makanan dengan beban glikemik tinggi berisiko 36 persen lebih tinggi terserang kanker RE negatif dibandingkan dengan wanita yang memakan makanan dengan beban glikemik rendah. Meskipun demikian, perbedaan risiko yang ditemukan dalam penelitian tidak terlalu besar.

    "Perbedaannya ini tidak besar dan ada banyak faktor lain yang bisa jadi berbeda pada perempuan. Namun penelitian ini sudah memperhitungkan faktor-faktor risiko tersebut seperti berat badan, kebiasaan olahraga, asupan kalori dan kebiasaan merokok," kata Clarke.

    Clarke menuturkan bahwa tidak ada faktor tunggal yang berisiko menyebabkan kanker payudara. Temuan ini setidaknya mendorong para wanita untuk lebih rajin mengkonsumsi makanan seimbang dengan cara membatasi asupan karbohidrat olahan dan memperbanyak makanan sehat seperti sayuran protein, lemak baik, makanan kaya serat dan biji-bijian.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:01 am