Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sering Ketiduran di Depan TV Bisa Memicu Depresi

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Sering Ketiduran di Depan TV Bisa Memicu Depresi

    Post  clara on Mon Jul 30, 2012 7:35 am


    TV yang tetap menyala ketika pemiliknya sudah ketiduran bisa meningkatkan risiko depresi. Bukan karena memikirkan tagihan listrik yang membengkak gara-gara TV menyala semalam suntuk, tetapi karena cahayanya memicu perubahan di otak.

    Cahaya terang yang dipancarkan oleh layar TV memberikan efek yang sama seperti tidur dalam kondisi kamar terang benderang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan risiko kanker payudara serta\' obesitas, namun masih jarang dikaitkan dengan kesehatan psikologis.

    Penelitian terbaru di Ohio State University menunjukkan bahwa cahaya terang pada saat tidur bisa memicu gangguan mental khususnya depresi. Pasalnya, salah satu komponen jam biologis yang bekerja berdasarkan perbedaan gelap terang mengalami gangguan gara-gara cahaya terang saat tidur.

    Cahaya terang saat tidur juga mempengaruhi otak, khususnya di bagian hipokampus, yang mengatur emosi. Selain itu, otak juga memproduksi lebih banyak senyawa Tumor Necrosis Factor (TNF) penyebab radang yang juga berkaitan dengan risiko depresi.

    Temuan ini baru didasarkan pada hasil eksperimen pada hamster, yang dikondisikan untuk tidur dalam kondisi terang benderang karena kandangnya diberi lampu penerangan terus menerus. Dibandingkan hamster lain yang diberi kesempatan tidur di ruangan gelap, hamster uji lebih banyak yang stres.

    Tanda-tanda stres yang teramati antara lain menjadi kurang aktif dibanding yang lain, serta\' kehilangan selera terhadap makanan atau minuman yang banyak mengandung gula. Pada manusia, ini mewakili hilangnya nafsu makan meski ada makanan enak.

    "Hasil pengamatan pada hamster sangat konsisten dengan apa yang kita ketahui sebagai gejala depresi pada manusia," kata Tracy Bedrosian yang mempublikasikan temuan ini di jurnal Molecular Psychiatry seperti dikutip dari Huffingtonpost.



      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 2:42 am