Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Sering Ketiduran di Depan TV Bisa Memicu Depresi

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Sering Ketiduran di Depan TV Bisa Memicu Depresi

    Post  clara on Mon Jul 30, 2012 7:35 am


    TV yang tetap menyala ketika pemiliknya sudah ketiduran bisa meningkatkan risiko depresi. Bukan karena memikirkan tagihan listrik yang membengkak gara-gara TV menyala semalam suntuk, tetapi karena cahayanya memicu perubahan di otak.

    Cahaya terang yang dipancarkan oleh layar TV memberikan efek yang sama seperti tidur dalam kondisi kamar terang benderang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan risiko kanker payudara serta\' obesitas, namun masih jarang dikaitkan dengan kesehatan psikologis.

    Penelitian terbaru di Ohio State University menunjukkan bahwa cahaya terang pada saat tidur bisa memicu gangguan mental khususnya depresi. Pasalnya, salah satu komponen jam biologis yang bekerja berdasarkan perbedaan gelap terang mengalami gangguan gara-gara cahaya terang saat tidur.

    Cahaya terang saat tidur juga mempengaruhi otak, khususnya di bagian hipokampus, yang mengatur emosi. Selain itu, otak juga memproduksi lebih banyak senyawa Tumor Necrosis Factor (TNF) penyebab radang yang juga berkaitan dengan risiko depresi.

    Temuan ini baru didasarkan pada hasil eksperimen pada hamster, yang dikondisikan untuk tidur dalam kondisi terang benderang karena kandangnya diberi lampu penerangan terus menerus. Dibandingkan hamster lain yang diberi kesempatan tidur di ruangan gelap, hamster uji lebih banyak yang stres.

    Tanda-tanda stres yang teramati antara lain menjadi kurang aktif dibanding yang lain, serta\' kehilangan selera terhadap makanan atau minuman yang banyak mengandung gula. Pada manusia, ini mewakili hilangnya nafsu makan meski ada makanan enak.

    "Hasil pengamatan pada hamster sangat konsisten dengan apa yang kita ketahui sebagai gejala depresi pada manusia," kata Tracy Bedrosian yang mempublikasikan temuan ini di jurnal Molecular Psychiatry seperti dikutip dari Huffingtonpost.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 7:20 pm