Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Nasi yang Tak Terlalu Lengket Masih Aman Buat Penderita Diabetes

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Nasi yang Tak Terlalu Lengket Masih Aman Buat Penderita Diabetes

    Post  lea on Tue Aug 07, 2012 10:34 am



    Berlawanan dengan kepercayaan awam, sebuah penelitian di Manila menemukan bahwa makan nasi tidak melulu dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko diabetes.

    Peneliti menemukan bahwa beberapa varietas padi aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dan tidak memicu diabetes.

    Penelitian ini dipublikasikan bulan ini dalam jurnal Rice oleh International Rice Research Institute (IRRI) di Filipina dan Australia's Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO).

    Hasilnya menemukan bahwa sebanyak tiga perempat dari 235 varietas padi yang dianalisis memiliki indeks glikemik rendah sampai menengah. Oleh karena itu, kecil kemungkinannya beras-beras tersebut dapat menyebabkan diabetes.

    Indeks glikemik mengukur pengaruh karbohidrat terhadap tingkat gula darah. Indeks glikemik rendah menunjukkan karbohidrat dari makanan lebih lambat diserap sehingga menyebabkan pelepasan gula secara bertahap dalam tubuh dan rendahnya risiko diabetes.

    Dokter sering menyarankan penderita diabetes untuk menghindari nasi karena diyakini indeks glikemiknya terhitung tinggi.

    "Temuan ini dapat memiliki implikasi penting bagi negara-negara Asia di mana beras merupakan makanan pokok bagi 3,5 miliar orang penduduk dan diabetes merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat berkembang. Dengan atau tanpa diabetes, akan sulit bagi mereka untuk tidak mengkonsumsi beras," kata Melissa Fitzgerald, peneliti dari IRRI seperti dilansir SciDev.net.

    Para peneliti menemukan bahwa gen dalam tanaman padi yang disebut 'gen lilin' dan kandungan amilosa merupakan faktor penentu dari indeks glikemik beras. Varietas padi dengan amilosa yang tinggi memiliki indeks glikemik yang rendah.

    Amilosa merupakan komponen kimia yang membuat beras menjadi lengket setelah dimasak. Nasi dengan nilai indeks glisemik tinggi contohnya adalah nasi manis dan lengket yang banyak disajikan di restoran Asia.

    Tidak semua beras putih sama. Beras putih dengan butiran yang panjang cenderung memiliki indeks glikemik lebih rendah dari varietas lainnya yang pendek butirannya.

    Jenis beras yang menghasilkan nasi lengket memiliki indeks glikemik terendah. Namun beberapa varietas ketan justru memiliki amilosa yang sedikit atau bahkan tidak ada

    Varietas padi yang memiliki indeks glikemik rendah sampai sedang salah satunya adalah Basmati. Padi jenis ini banyak ditanam di India dengan sebutan Swarna dan Doongara di Australia.

    Federasi Diabetes Internasional atau The International Diabetes Federation memperkirakan 7 dari 10 negara dengan jumlah tertinggi penderita diabetes berada di Asia pada tahun 2030 nanti.

    Dengan penemuan ini, para peneliti berharap dapat membantu petani untuk menanam padi dengan indeks glikemik rendah dengan mengenali jenis-jenis padi sifat yang lebih baik.

    "Ini adalah berita baik untuk penderita diabetes dan orang yang berisiko diabetes yang ingin mencoba mengontrol penyakitnya lewat makanan. Dengan demikian, itu artinya mereka dapat memilih beras yang tepat untuk membantu kondisi tetap sehat dengan makanan rendah indeks glikemik," kata Tony Bird dari CSIRO.




      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 5:08 am