Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gimbal di Tanah Para Dewa

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Gimbal di Tanah Para Dewa

    Post  online on Wed Aug 15, 2012 2:57 pm


    Lagu Bocah Gimbal milik Alphablopho menjadi prolog lagu pada sebuah acara di Metro TV. Acara dengan nama Lestari yang ditayangkan pada hari Sabtu, 21 Juli 2012 lalu mengambil tema Gimbal Tanah Para Dewa. Sebuah tema yang menarik perhatian banyak orang, kenapa tanah para dewa. Dari awal hingga akhir terus disimak, merasa kurang puas, langsung saja surfing untung menyaksikan lebih seksama.

    Hari itu di acara tersebut mengupas habis tentang Dieng, khususnya kultur rambut gimbal yang sudah terjadi turun temurun bahkan dari puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu dan entah bagaimana hubungan medis antara anak yang berambut gimbal tersebut.

    Dieng, sebuah dataran tinggi yang terbagi dalam dua wilayah antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo memang memiliki banyak keunikan. Pantas saja daerah tersebut juga memberi banyak inspirasi bagi Alphablopho ke dalam lagu-lagunya.

    Saat Tony Q Rastafara mendapat kesempatan tampil di Wonosobo pun tak mau ketinggalan untuk bisa menyaksikan langsung kultur gimbal turun-temurun ratusan tahun lalu dari Mbah Kolo Dete. Ras Muhamad pun bahkan dengan sengaja pernah mengunjungi Dieng hanya untuk sebuah acara sakral tradisional ruwatan rambut gimbal di Dieng beberapa tahun lalu. Dan tentu saja, saya pada 2011 lalu pun tidak mau melupakan acara sakral tersebut bersama sahabat saya di Komunitas Wonosobo Reggae Bersatu.

    Kembali ke acara tersebut, gimbal dipercaya terjadi saat Tumenggung Kolo Dete datang ke dataran tinggi tersebut. Tumenggung Kolo Dete adalah Raja Medang Kamuliang, yaitu masa kerajaan sebelum Majapahit dan sesudah Kediri. Dan beliau juga dipercaya untuk menjaga Pegunungan Dieng.

    Rambut Gimbal di Dieng merupakan amanah dari Ratu Laut Selatan kepada Tumenggung Kolo Dete. Menurut para pemangku adat Dieng, rambut gimbal adalah sebuah berkah karena hal tersebut adalah sebuah titisan Kolo Dete dan untuk melakukan pemotongan rambut gimbal tersebut, sang pemilik gimbal harus dipenuhi apapun keinginannya.

    Dari tutur tinular yang ada, Kyai Kolo Dete adalah kyai pemilik ilmu kanuragan tertinggi. Beliau adalah putra Kyai Badar, seorang perangkat desa pada masa kejayaan Mataram. Konon ceritanya Kyai Kolo Dete berambut gimbal yang dianggap menjadi cikal bakal berdirinya Wonosobo. Hingga di akhir hayatnya, beliau memutuskan untuk menyepi di puncak Dieng.

    Beliau bersumpah akan mengayomi masyarakat jika keinginannya terkabul, beliau pun bersumpah bila kelak keinginannya tak terkabul, beliau akan menitiskan roh kepada bayi yang baru lahir. Sebagai tanda titisannya, si anak akan berambut gimbal. Dari legenda tersebut warga Dieng menempatkan anak yang berambut gimbal lebih tinggi dari anak sebayanya. Namun berkah tersebut berakhir saat anak memasuki akhir baligh sekitar umur 7 tahun.

    Banyak cerita unik lain yang terjadi tentang gimbal di Dieng tersebut yang tidak bisa dijelaskan secara logis, namun itulah tradisi sakral mulai dari sakit sang pemilik gimbal bahkan orang yang memotong rambut gimbal tersebut. Tidak jarang pula bila keinginannya tidak di turuti atau mungkin kurang sedikit saja, gimbal akan tetap tumbuh.

    Rambut gimbal memang memiliki banyak keunikan di masing-masing daerah yang mempunyai kultural tentang keaslian rambut gimbal tersebut dan itu pun menjadi misteri di masing-masing daerah. Namun yang pasti, rambut gimbal di Dieng tersebut bukan bagian dari sejarah panjang Reggae.

    Hubungan antara rambut gimbal dan musik Reggae hanyalah sebatas Bob Marley yang membuat Reggae dikenal lebih universal tersebut berambut gimbal dan penganut Rastafarian. Lebih universal dan itu berarti ada yang lain yang memperkenalkan Reggae bahkan mungkin sebelum Bob Marley memainkan Reggae.


    source: reggaeindonesia


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 1:24 am