Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Share

    raja4

    3
    24.06.12

    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Post  raja4 on Sun Aug 19, 2012 3:49 am


    Ngorok atau mendengkur bukan cuma masalah orang dewasa, anak-anak juga sudah banyak yang mengalaminya di usia yang masih sangat muda. Parahnya, mendengkur pada anak-anak juga berhubungan dengan perilaku yang tidak baik alias badung.

    Memang tidak selalu badung, gangguan perilaku pada anak yang berhubugnan dengan tidur mendengkur cukup beragam.

    Sebuah penelitian menyebutkan, anak-anak yang mendengkur lebih dari 2 kali dalam sepekan juga mengalami hiperaktivitas, susah memusatkan perhatian dan rentan depresi.

    Para ilmuwan meyakini, gangguan perilaku pada anak-anak yang tidurnya mendengkur berhubungan erat dengan pernapasan yang tidak lancar sehingga otak kekurangan oksigen. Dilihat dari penyebabnya, dengkuran memang terjadi akibat penyempitan saluran napas.

    Dr Dean Beebe, seorang ahli neuropsikologi dari Cincinnati untuk pertama kalinya melakukan pengamatan terhadap 249 anak yang tidurnya mendengkur.

    Hasil pengamatan menunjukkan, anak usia 2-3 tahun yang mendengkur lebih dari 2 kali sepekan cenderung mengalami gangguan perilaku.

    Kalau hanya sesekali, Dr Beebe mengatakan bahwa mendengkur pada anak-anak bisa dianggap wajar. Meski begitu gangguan ini harus diwaspadai sebab diperkirakan 1 dari 10 anak selalu atau terlalu sering tidur dengan mendengkur dan berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lain.

    "Beberapa anak sering mendengkur dan film-film kartun membuat dengkuran kelihatan imut atau lucu," kata Dr Beebe seperti dikutip dari Dailymail.

    Menariknya, Dr Beebe juga mengaitkan temuannya ini dengan riwayat pemberian Air Susu Ibu (ASI).

    Menurutnya, makin lama anak-anak disusui oleh ibunya maka risiko untuk tidur mendengkur makin kecil karena ASI bisa mengurangi risiko kegemukan yang memicu ngorok.

    Faktor lain yang berpengaruh menurut Dr Beebe adalah sosial ekonomi. Makin tinggi status sosial dan ekonomi sebuah keluarga maka risiko anaknya mendengkur cenderung lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 2:38 pm