Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Share

    raja4

    3
    24.06.12

    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Post  raja4 on Sun Aug 19, 2012 3:49 am


    Ngorok atau mendengkur bukan cuma masalah orang dewasa, anak-anak juga sudah banyak yang mengalaminya di usia yang masih sangat muda. Parahnya, mendengkur pada anak-anak juga berhubungan dengan perilaku yang tidak baik alias badung.

    Memang tidak selalu badung, gangguan perilaku pada anak yang berhubugnan dengan tidur mendengkur cukup beragam.

    Sebuah penelitian menyebutkan, anak-anak yang mendengkur lebih dari 2 kali dalam sepekan juga mengalami hiperaktivitas, susah memusatkan perhatian dan rentan depresi.

    Para ilmuwan meyakini, gangguan perilaku pada anak-anak yang tidurnya mendengkur berhubungan erat dengan pernapasan yang tidak lancar sehingga otak kekurangan oksigen. Dilihat dari penyebabnya, dengkuran memang terjadi akibat penyempitan saluran napas.

    Dr Dean Beebe, seorang ahli neuropsikologi dari Cincinnati untuk pertama kalinya melakukan pengamatan terhadap 249 anak yang tidurnya mendengkur.

    Hasil pengamatan menunjukkan, anak usia 2-3 tahun yang mendengkur lebih dari 2 kali sepekan cenderung mengalami gangguan perilaku.

    Kalau hanya sesekali, Dr Beebe mengatakan bahwa mendengkur pada anak-anak bisa dianggap wajar. Meski begitu gangguan ini harus diwaspadai sebab diperkirakan 1 dari 10 anak selalu atau terlalu sering tidur dengan mendengkur dan berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lain.

    "Beberapa anak sering mendengkur dan film-film kartun membuat dengkuran kelihatan imut atau lucu," kata Dr Beebe seperti dikutip dari Dailymail.

    Menariknya, Dr Beebe juga mengaitkan temuannya ini dengan riwayat pemberian Air Susu Ibu (ASI).

    Menurutnya, makin lama anak-anak disusui oleh ibunya maka risiko untuk tidur mendengkur makin kecil karena ASI bisa mengurangi risiko kegemukan yang memicu ngorok.

    Faktor lain yang berpengaruh menurut Dr Beebe adalah sosial ekonomi. Makin tinggi status sosial dan ekonomi sebuah keluarga maka risiko anaknya mendengkur cenderung lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan.



      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 10:21 pm