Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Share
    avatar
    raja4

    3
    24.06.12

    Anak Cenderung Jadi Badung Kalau Tidurnya Sering Ngorok

    Post  raja4 on Sun Aug 19, 2012 3:49 am


    Ngorok atau mendengkur bukan cuma masalah orang dewasa, anak-anak juga sudah banyak yang mengalaminya di usia yang masih sangat muda. Parahnya, mendengkur pada anak-anak juga berhubungan dengan perilaku yang tidak baik alias badung.

    Memang tidak selalu badung, gangguan perilaku pada anak yang berhubugnan dengan tidur mendengkur cukup beragam.

    Sebuah penelitian menyebutkan, anak-anak yang mendengkur lebih dari 2 kali dalam sepekan juga mengalami hiperaktivitas, susah memusatkan perhatian dan rentan depresi.

    Para ilmuwan meyakini, gangguan perilaku pada anak-anak yang tidurnya mendengkur berhubungan erat dengan pernapasan yang tidak lancar sehingga otak kekurangan oksigen. Dilihat dari penyebabnya, dengkuran memang terjadi akibat penyempitan saluran napas.

    Dr Dean Beebe, seorang ahli neuropsikologi dari Cincinnati untuk pertama kalinya melakukan pengamatan terhadap 249 anak yang tidurnya mendengkur.

    Hasil pengamatan menunjukkan, anak usia 2-3 tahun yang mendengkur lebih dari 2 kali sepekan cenderung mengalami gangguan perilaku.

    Kalau hanya sesekali, Dr Beebe mengatakan bahwa mendengkur pada anak-anak bisa dianggap wajar. Meski begitu gangguan ini harus diwaspadai sebab diperkirakan 1 dari 10 anak selalu atau terlalu sering tidur dengan mendengkur dan berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lain.

    "Beberapa anak sering mendengkur dan film-film kartun membuat dengkuran kelihatan imut atau lucu," kata Dr Beebe seperti dikutip dari Dailymail.

    Menariknya, Dr Beebe juga mengaitkan temuannya ini dengan riwayat pemberian Air Susu Ibu (ASI).

    Menurutnya, makin lama anak-anak disusui oleh ibunya maka risiko untuk tidur mendengkur makin kecil karena ASI bisa mengurangi risiko kegemukan yang memicu ngorok.

    Faktor lain yang berpengaruh menurut Dr Beebe adalah sosial ekonomi. Makin tinggi status sosial dan ekonomi sebuah keluarga maka risiko anaknya mendengkur cenderung lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kesehatan.



      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 1:36 am