Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Selain Opor, Kue Lebaran Juga Banyak Kolesterolnya

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Selain Opor, Kue Lebaran Juga Banyak Kolesterolnya

    Post  via on Mon Aug 20, 2012 11:07 am


    Dengan kuah dan daging yang berlemak, opor ataupun makan lain yang disajikan saat lebaran sering dikambinghitamkan sebagai sumber kolesterol. Kue lebaran sering terlupakan karena hanya cemilan, padahal kolesterolnya tak kalah banyak.

    Bagaimana tidak, aneka kue yang dihidangkan saat lebaran umumnya dibuat dengan tambahan telur sebagai pengembang. Bahkan putihnya kadang tidak digunakan, hanya kuning telurnya saja yang memang dikenal memiliki kandungan kolesterol sangat tinggi.

    Prof Dr Hardinsyah, ahli gizi dari Fakultas Ekologi Manusia Istitut Pertanian Bogor (FEMA IPB) mengatakan kandungan kolesterol dalam kue lebaran memang tidak sebanyak gulai atau opor yang berlemak. Namun bukan berarti boleh diabaikan, karena kalau dianggap aman maka ada kecenderungan untuk dimakan berlebihan.

    "Sebagai pembanding kami pernah mengamati bawah 1 sayat kue black forest punya kandungan kolesterol 25-30 mg. Kalau misalnya ditambah opor dengan telur, kolesterolnya 80 mg. Ditambah ayam 1 potong, tambah lagi 100 mg. Itu sudah tercukupi kebutuhan kolesterol untuk 1 hari, sekitar 200 mg," kata Prof Hardinsyah saat dihubungi detikHealth.

    Adanya kandungan kolesterol yang begitu tinggi bukan berarti bahwa kue lebaran tidak boleh dikonsumsi sama sekali, melainkan hanya perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Akan lebih bagus lagi kalau cemilannya dibuat lebih beragam, misalnya dengan ditambahkan buah dan sayuran.

    Selain kolesterol, kandungan makanan lainnya dalam hidangan khas lebaran menurut Prof Hardinsyah juga meliputi lemak, garam dan gula. Garam yang terlalu banyak bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi, sedangkan gula bisa memicu kekambuhan bagi yang punya diabetes.

    Tekstur makanan juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu sistem pencernaan setelah sebulan berpuasa. Makanan yang lembut tentunya lebih dianjurkan sedangkan yang keras-keras seperti dendeng sebaiknya dibatasi dulu karena perut masih beradaptasi.

    "Habis puasa sebulan, perut masih butuh waktu untuk adaptasi. Secara budaya kita punya lontong atau ketupat, itu bagus karena teksturnya cukup lembut. Opor dan sayur lodeh juga bagus karena teksturnya lembut di perut," kata Prof Hardinsyah.

    Terakhir, Prof Hardinsyah mengingatkan agar citarasa makanan untuk lebaran sebaiknya tidak terlalu pedas. Sama seperti penjelasannya mengenai tekstur makanan, citarasa yang terlalu pedas juga bisa mengagetkan lambung yang masih beradaptasi setelah berpuasa.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:01 am