Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    4 Perilaku Menyebalkan Anak yang Ternyata Ada Manfaatnya

    Share

    kalkulus

    5
    08.07.12

    4 Perilaku Menyebalkan Anak yang Ternyata Ada Manfaatnya

    Post  kalkulus on Thu Aug 23, 2012 11:58 am


    Terkadang anak-anak memiliki perilaku yang menyebalkan atau membuat kesal orangtuanya. Tapi jangan salah, beberapa perilaku anak yang terkesan menyebalkan ini justru penting untuk perkembangannya.

    "Sebenarnya perilaku itu bukanlah hal kecil sama sekali, karena penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya," ujar David Hill, MD, seorang dokter anak dan penulis buku Dad to Dad: Parenting Like a Pro, seperti dikutip dari Parenting.com.

    Dr Hill menuturkan kadang ada anak kecil yang datang ke kantornya dan menghancurkan tisu di meja lalu ibunya meminta maaf padanya. Namun ia mengatakan bahwa perilaku anaknya bagus karena masuk dalam perkembangan yang normal.

    Berikut ini perilaku-perilaku anak yang terkesan menyebalkan tapi sebenarnya penting untuk perkembangan, yaitu:

    1. Meniru bicara orang lain

    Kadang si kecil mulai meniru nada suara yang diucapkan orang lain, jika suaranya rendah ia ikut rendah atau tinggi ia ikut tinggi. Ini mungkin mengesalkan tapi gaya menirunya baik untuk perkembangan.

    Nancy S Buck, PhD, seorang psikolog perkembangan menuturkan perilaku meniru ini perlu untuk melatihnya bagaimana belajar berbicara, dan biasanya muncul saat berusia 2-3 tahun. Jika si kecil melakukan hal ini sebaiknya tidak perlu diredam dengan cara memarahinya, tapi coba beri pendekatan untuk tidak melakukannya di depan umum.

    2. Mencoret-coret

    Jika si kecil memegang crayon, pensil warna atau spidol maka akan ditemukan banyak coretan di sekitar dinding, kursi bahkan hingga ke baju. Kondisi ini seringkali memicu amarah dari orangtua, tapi sebaiknya jangan dimarahi.

    Perilaku ini bisa meningkatkan keterampilan motorik halus anak, mengajari pertumbuhan anak untuk memegang sesuatu lebih kuat serta\' imainasinya. Jika tidak ingin tembok kotor, maka berilah ia buku berisi kertas kosong dimana ia bisa bebas mencoret-coret.

    3. Bermain dengan tisu

    Jika orangtua meminta anak mengambil tisu, maka bisa jadi tisu tersebut justru berantakan di lantai karena dimainkan si kecil. Meski terlihat lucu tapi kadang cukup membuat orangtua stres.

    Dr Hill menuturkan hal tersebut sebenarnya menunjukkan kemampuan motoriknya yang berkembang dengan baik, ini sangat umum dijumpai pada anak usia 6 bulan sampai 2 tahun. Anak-anak ini mencari cara berulang-ulang untuk berlatih dengan menggunakan tangannya.

    4. Memilih baju sendiri yang menjadi favorit

    Anak-anak kadang ingin memilih sendiri baju yang akan dipakainya dan tak jarang ia ingin menggunakan baju yang sama berkali-kali sehingga menjadi favoritnya. Dokter perkembangan anak mengungkapkan hal ini menandakan ia jadi percaya diri dalam kemampuannya melihat penampilan. Anak-anak ini biasanya menjadi sangat gembira jika bisa menjalankan kekuasaannya untuk menentukan pilihan.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:55 am