Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Machiya, Rumah Tradisional Jepang

    Share

    emna

    3
    08.08.12

    Machiya, Rumah Tradisional Jepang

    Post  emna on Fri Aug 24, 2012 1:55 pm


    Berkunjung ke Kyoto, belum lengkap rasanya jika tidak mencoba menginap di rumah tradisional orang Jepang yang disebut machiya. Bermalam di rumah ini, seperti kembali ke zaman dulu ketika kota Kyoto belum dipenuhi apartemen dan gedung bertingkat.

    Machiya dulunya mendominasi jalanan di Kyoto. Namun karena berbagai bencana alam dan perang, banyak machiya yang rusak. Pada 2004, seorang warga Amerika yang merupakan kolektor seni, penulis dan penasihat budaya mencoba menyelamatkan rumah tradisional Jepang ini. Dia merestorasi sejumlah machiya yang ada di Kyoto melalui sebuah perusahaan\' bernama Iori. Setelah direstorasi, rumah-rumah tersebut disewakan untuk para turis.

    Machiya yang bernaung di bawah Iori inilah yang menjadi tempat saya menginap selama semalam di Kyoto. IORI Nishioshikoji-cho, itulah nama Machiya yang ada di salah satu sudut jalan di Kyoto ini. Letaknya berada di pusat kota Kyoto, yang dari jendela kamarnya kita bisa melihat gedung tinggi menjulang sebuah hotel. Pemandangan yang sungguh kontras.

    Meski begitu, saat berada di dalamnya, Anda akan merasa seperti kembali ke zaman dulu. Bagi yang suka menonton film Jepang, menginap di rumah ini pun seolah memutar memori adegan dalam film tersebut.

    Dari tampak depan, Machiya IORI ini sudah menampilkan ciri khas rumah tradisional Jepang. Atap rumah tampak dihiasi genteng cokelat, pintu geser dari kayu berwarna coklat, dan jendela yang berkisi. Memasuki rumah, di sisi sebelah kiri ada tangga menuju kamar di lantai dua.

    Saat masuk, Anda juga akan disambut dengan lorong sempit yang panjangnya sekitar 2-3 meter. Lorong tersebut membawa Anda ke pintu masuk utama rumah. Ada dua pintu, sebelah kanan membawa Anda ke ruang tamu dan di seberangnya ada pintu menuju ruang makan serta\' kamar mandi.

    Di dekat pintu masuk ini, ada taman kecil juga sedikit ruangan untuk menaruh sandal. Memasuki ruang utama rumah, Anda akan disambut dengan lantai yang seluruhnya beralaskan tatami. Seluruh pintu di setiap ruangan bermodel geser. Termasuk pintu kamar mandinya.

    Sentuhan modern bercampur tradisional terlihat di area kamar mandi. Area untuk buang air besar/kecil dibuat terpisah dengan tempat mandi. Di rumah Machiya IORI ini ada dua ruangan untuk buang air besar/kecil dan dua ruangan untuk mandi. Modernitas tampak di ruangan untuk buang air besar/kecil, dengan adanya toilet canggih. Toilet tersebut memiliki sistem flush sendiri, ketika Anda selesai buang air besar/kecil, kloset secara otomatis mengguyur air dengan sendirinya. Di samping toilet ada tombol yang bisa dipilih bagaimana membasuh area intim setelah buang air besar/kecil.

    Pada ruangan mandi, sentuhan modern juga terlihat, meski jika dilihat secara keseluruhan kamar tersebut sangat terasa tradisionalitasnya. Nyaris seluruh ruangan dihiasi kayu, mulai dari dinding, lantai hingga bak mandinya. Ada juga dingklik yang bisa digunakan untuk duduk saat membasahkan diri sebelum berendam di bak berisi air hangat. Semengatara sisi modernnya, terlihat dar shower dan pemanas yang digunakan. Anda bisa menentukan sendiri, berapa suhu air yang ingin digunakan untuk mandi.

    Beralih ke ruangan lainnya yang juga menyatukan modernitas dan tradisional adalah kamar tidur. Di ruangan berpendingin ruangan ini, sudah tersedia alas tidur berwarna putih, yang terbuat dari busa tipis. Di salah satu sisi kamar, ada lemari khusus penyimpanan kasur dan selimut. Dari jendela samping, Anda bisa melihat pemandangan ke taman di lantai bawah.

    Jika ingin semakin merasakan sentuhan tradisional selama menginap di Machiya IORI, ada berbagai paket tambahan yang bisa dipilih. Mulai dari mengenakan baju tradisional khas Jepang di musim panas yaitu Yukata hingga mengikuti upacara minum teh. Sekadar informasi, untuk harga menginap saja, harga per malamnya sekitar 64.000 Yen. Tertarik menginap di machiya?




      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 5:09 am