Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    10 Tanda Tubuh yang Menunjukkan Risiko Penyakit

    Share

    line

    21
    18.08.11

    10 Tanda Tubuh yang Menunjukkan Risiko Penyakit

    Post  line on Fri Aug 31, 2012 5:22 pm


    Tubuh seseorang memiliki isyarat tersendiri dalam memperingatkan besarnya risiko terhadap suatu penyakit di kemudian hari. Panjang jari tangan, tinggi badan dan bahkan besar payudara dapat menjadi tanda terhadap risiko penyakit tertentu.

    Seperti dilansir prevention, berikut 10 tanda tubuh yang menandakan besarnya risiko terhadap suatu penyakit tertentu:

    1. Panjang jari

    Orang yang memiliki jari tengah yang lebih pendek dari jari manisnya mungkin dua kali lebih rentan terhadap osteoarthritis pada lutut. Hal ini berdasarkan sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatism.

    Menurut peneliti, karakteristik fisik demikian ini biasanya didominasi oleh pria yang cenderung memiliki tingkat estrogen tinggi, yang juga mungkin memainkan peran dalam perkembangan osteoarthritis.

    Cara untuk mencegah osteoarthritis adalah dengan memperkuat otot-otot di sekitar lutut. Lakukan latihan yang menitikberatkan kekuatan otot lutut.

    2. Tinggi badan

    Menurut sebuah studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, wanita yang lebih tinggi dari 5.2 kaki atau 157.48 cm dapat menghilangkan mutasi gen dan mempunyai kesempatan untuk hidup lebih panjang.

    Cara agar panjang umur tanpa perlu menjadikan tinggi badan sebagai acuan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menghindari minum minuman beralkohol, rajin berolahraga dan mengurangi makan daging untuk menjaga tubuh dari penyakit.

    3. Panjang kaki

    Berdasarkan studi tahun 2008 dalam Journal of Epidemiology and Community Health, peneliti di Inggris menemukan bahwa wanita yang memiliki kaki yang gempal atau panjangnya hanya sekitar 50.8 sampai 73.6 cm cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi terhadap 4 enzim yang menyebabkan penyakit hati.

    Faktor-faktor seperti kurangnya nutrisi ketika masih anak-anak tidak hanya mempengaruhi pola pertumbuhan, tetapi juga perkembangan hati ketika dewasa.

    Cegahlah paparan racun pada hati dengan makan makanan yang sehat, menghindari paparan zat kimia berbahaya dengan menggunakan masker dan hindari minum minuman beralkohol.

    4. Ketajaman penciuman

    Orang tua yang tidak bisa mengidentifikasi aroma pisang, lemon, kayu manis, atau aroma dari barang lain, memiliki kemungkinan hingga 5 kali untuk mengembangkan penyakit Parkinson dalam waktu 4 tahun, menurut sebuah studi pada tahun 2008 dalam jurnal Annals of Neurology.

    Para peneliti percaya bahwa daerah otak yang bertanggung jawab terhadap fungsi penciuman mungkin juga mempengaruhi daerah otak yang mengaktifkan penyakit Parkinson antara 2 sampai 7 tahun sebelum diagnosis.

    Untuk mencegah penyakit ini, ambillah suplemen minyak ikan. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan resistensi otak terhadap MPTP, yaitu suatu senyawa beracun yang bertanggung jawab terhadap penyakit Parkinson

    5. Panjang lengan

    Seorang wanita yang memiliki panjang lengan yang sangat pendek, 1.5 kali lebih mungkin mengembangkan penyakit Alzheimer dibandingkan wanita dengan jangkauan lengan yang lebih panjang, berdasarkan sebuah studi tahun 2008 dalam jurnal Neurology.

    "Rentang kedua lengan yang kurang dari 152 cm menandakan defisitnya nutrisi ketika masa pertumbuhan dan mungkin bertanggung jawab terhadap lengan pendek yang juga dapat mempengaruhi penurunan kognitif seseorang di kemudian hari," kata peneliti dari Tufts University.

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Alzheimer’s Disease Center di Rush University Medical Center menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kegiatan yang disukai seperti melukis atau membuat tembikar akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer hingga 2.5 kali dibanding orang yang kurang mengasah otaknya.

    6. Lipatan daun telinga

    Beberapa studi menunjukkan bahwa kerutan linear pada satu atau kedua lobus telinga dapat memprediksi kondisi kardiovaskuler di masa depan, seperti serangan jantung. Sebuah lipatan pada satu lobus meningkatkan risiko sebesar 33 persen, sedangkan sebuah lipatan pada kedua lobus meningkatkan risiko hingga dengan 77 persen.

    Hal tersebut bahkan sesuai dengan faktor-faktor risiko lainnya yang ditemukan dalam sebuah studi dan diterbitkan dalam jurnal The American Journal of Medicine. Meskipun para ahli tidak benar-benar yakin, tetapi hilangnya serat elastis diduga dapat mempengaruhi lipatan dan pengerasan arteri.

    Cara mencegah penyakit jantung adalah dengan menjaga berat badan tetap sehat, menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

    7. Ukuran pinggang

    Orang dewasa yang memiliki lingkar pinggang yang besar pada usia 40-an tahun memiliki risiko mengembangkan demensia hingga 3.6 kali lebih besar di usia 70-an tahun, bahkan meski tidak kelebihan berat badan.

    Hal ini berdasarkan sebuah studi pada tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Neurology. Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa lemak visceral yang menjadi alasan pinggang yang besar, mengeluarkan lebih banyak hormon peradangan yang berkaitan dengan penurunan kognitif.

    Cara untuk mencegah demensia adalah dengan menerapkan diet gaya Mediteranian. Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh tunggal dalam makanan seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan coklat hitam dapat mencegah penumpukan lemak visceral.

    8. Ukuran payudara

    Wanita yang memiliki ukuran payudara yang sangat besar pada usia 20 tahun, 1.5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan wanita yang memiliki payuadara yang lebih kecil.

    Peneliti telah menyesuaikan penelitian ini dengan obesitas, diet, kebiasaan merokok keluarga, dan riwayat diabetes. Penelitian tersebut dilakukan selama 10 tahun dan diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal.

    "Penyababnya mungkin jaringan lemak pada payudara wanita sensitif terhadap hormon dan mempengaruhi resistensi insulin, yang dapat mengakibatkan diabetes," kata para peneliti.

    Cara untuk mengendalikan risiko diabetes adalah dengan berolahraga secara rutin. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang melakukan olahraga selama 30 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk memetabolisme gula darah dan menurunkan risiko diabetes.

    9. Ukuran betis

    Sebuah studi yang dilakukan di Perancis tahun 2009 dan diterbitkan dalam jurnal Stroke menemukan bahwa wanita dengan betis kecil cenderung untuk mengembangkan plak karotis, faktor risiko terhadap penyakit stroke.

    Lemak subkutan pada betis yang besar mungkin menarik asam lemak dari aliran darah dan menyimpannya sehingga mengurangi faktor risiko stroke.

    Cara mencegahnya adalah dengan minum teh hijau agar jantung tetap sehat. Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 40.500 pria dan wanita di Jepang, orang yang minum 5 atau lebih cangkir teh hijau setiap hari memiliki risiko terendah terhadap kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

    10. Golongan darah

    Orang dengan tipe A, B, atau AB memiliki kemungkinan hingga 44 persen untuk mengembangkan kanker pankreas dibandingkan dengan tipe O. Hal tersebut diketahui berdasarkan sebuah studi di Harvard Medical School yang melibatkan 107.503 orang dewasa.

    Gen yang menentukan golongan darah juga dapat membawa risiko genetik untuk kanker pankreas. Cara mencegahnya adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin D.

    Orang dewasa yang mengonsumsi 300 IU vitamin D atau lebih sehari mengurangi risiko kanker pankreas hingga 44 persen, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi vitamin D kurang dari 150 IU per hari, berdasarkan studi tahun 2006. MInum susu rendah lemak dan makan ikan seperti salmon adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin D dari makanan.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:10 am