Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Today at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Ayo Sarapan! Menahan Lapar Tidak Akan Bikin Umur Panjang

    Share

    lizarni

    44
    24.06.12

    Ayo Sarapan! Menahan Lapar Tidak Akan Bikin Umur Panjang

    Post  lizarni on Sun Sep 02, 2012 10:16 am


    Mengurangi asupan kalori demi menjaga berat badan sah-sah saja dilakukan, asal jangan serta\' merta berharap umur jadi lebih panjang. Manfaatnya pasti tetap ada asal tidak berlebihan, namun soal umur panjang terbukti itu cuma mitos.

    Hubungan antara diet rendah kalori dengan umur panjang memang selalu jadi perdebatan. Sekitar 30 tahun lalu, sebuah penelitian eksperimental menunjukkan bahwa pembatasan asupan kalori menjadi 30 persen dari normal bisa memperpanjang umur hingga 40 persen.

    Hasil penelitian yang baru dilakukan pada tikus itu pun lalu diyakini punya efek yang sama pada manusia. Banyak yang kemudian mengikutinya, terlebih karena bagi yang punya bakat gemuk hal itu juga bagus untuk menjaga berat badan tetap ideal.

    Apalagi pada tahun-tahun berikutnya, berbagai penelitian dengan skala lebih kecil makin memperkuat hubungan antara diet dengan umur panjang. Penelitian-penelitian tersebut antara lain dilakukan pada cacing, jamur, lalat dan beberapa spesies tikus yang berbeda.

    Namun baru-baru ini, para peneliti dari National Institute on Aging (NIA) membuktikan bahwa hal itu belum tentu dan bahkan hampir pasti tidak berlaku pada manusia. Percobaan pada kera, spesies yang memiliki kemiripan paling tinggi dengan manusia, menunjukkan hasil negatif.

    "Efek dari pembatasan kalori tampaknya tergantung juga pada banyak fator, termasuk lingkungan, komponen nutrisi dan juga genetik," kata direktur NIA, Richard J Hodes, MD yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Sciencedaily.

    Namun NIA mengakui bahwa asalkan tidak berlebihan dan keseimbangan nutrisi tetap tejaga, diet rendah kalori tetap bisa memberikan manfaat. Paling tidak diet ini bisa mencegah kegemukan, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan seperti diabetes serta\' masalah jantung dan pembuluh darah.




      Waktu sekarang Tue Jan 24, 2017 6:07 pm