Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ayo Sarapan! Menahan Lapar Tidak Akan Bikin Umur Panjang

    Share

    lizarni

    44
    24.06.12

    Ayo Sarapan! Menahan Lapar Tidak Akan Bikin Umur Panjang

    Post  lizarni on Sun Sep 02, 2012 10:16 am


    Mengurangi asupan kalori demi menjaga berat badan sah-sah saja dilakukan, asal jangan serta\' merta berharap umur jadi lebih panjang. Manfaatnya pasti tetap ada asal tidak berlebihan, namun soal umur panjang terbukti itu cuma mitos.

    Hubungan antara diet rendah kalori dengan umur panjang memang selalu jadi perdebatan. Sekitar 30 tahun lalu, sebuah penelitian eksperimental menunjukkan bahwa pembatasan asupan kalori menjadi 30 persen dari normal bisa memperpanjang umur hingga 40 persen.

    Hasil penelitian yang baru dilakukan pada tikus itu pun lalu diyakini punya efek yang sama pada manusia. Banyak yang kemudian mengikutinya, terlebih karena bagi yang punya bakat gemuk hal itu juga bagus untuk menjaga berat badan tetap ideal.

    Apalagi pada tahun-tahun berikutnya, berbagai penelitian dengan skala lebih kecil makin memperkuat hubungan antara diet dengan umur panjang. Penelitian-penelitian tersebut antara lain dilakukan pada cacing, jamur, lalat dan beberapa spesies tikus yang berbeda.

    Namun baru-baru ini, para peneliti dari National Institute on Aging (NIA) membuktikan bahwa hal itu belum tentu dan bahkan hampir pasti tidak berlaku pada manusia. Percobaan pada kera, spesies yang memiliki kemiripan paling tinggi dengan manusia, menunjukkan hasil negatif.

    "Efek dari pembatasan kalori tampaknya tergantung juga pada banyak fator, termasuk lingkungan, komponen nutrisi dan juga genetik," kata direktur NIA, Richard J Hodes, MD yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Sciencedaily.

    Namun NIA mengakui bahwa asalkan tidak berlebihan dan keseimbangan nutrisi tetap tejaga, diet rendah kalori tetap bisa memberikan manfaat. Paling tidak diet ini bisa mencegah kegemukan, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit mematikan seperti diabetes serta\' masalah jantung dan pembuluh darah.




      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 5:10 pm