Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Otak Bisa Susut Kalau Tiap Akhir Pekan Masih Mikir Pekerjaan

    Share

    sabila

    5
    10.08.12

    Otak Bisa Susut Kalau Tiap Akhir Pekan Masih Mikir Pekerjaan

    Post  sabila on Mon Sep 03, 2012 7:54 am


    Kecuali memang tidak libur karena mendapat jatah piket atau lembur, akhir pekan sebaiknya benar-benar digunakan untuk mengistirahatkan pikiran\'. Terus-terusan memikirkan pekerjaan di hari libur bisa memicu penyusutan pada massa otak.

    Sebuah penelitian yang membandingkan ukuran otak pada orang-orang yang sudah meninggal menunjukkan adanya pengaruh yang sangat kuat dari riwayat stres. Pada jenazah yang punya riwayat stres dan depresi, 5 gen yang berfungsi menjaga fungsi otak teramati banyak berkurang.

    Berkurangnya fungsi otak antara lain dipicu oleh pelepasan senyawa GATA1, semacam saklar genetik untuk menghentikan komunikasi antar-saraf di otak. Komunikasi serta\' koneksi antar-saraf yang rendah dalam jangka panjang bisa memicu berkurangnya massa otak terutama di bagian prefrontal cortex.

    Aktifnya beberapa jenis hormon saat stres juga memperburuk risiko penyusutan otak. Hormon-hormon tersebut merangsang pengeluaran GATA1 dan ini sudah dibuktikan setelah para ahli membedah otak tikus yang sudah dikondisikan untuk selalu stres sepanjang waktu.

    "Kurangnya komunikasi (antara-saraf di otak) bisa memicu hilangnya sebagian massa otak di bagian prefrontal cortex," kata Ronald Duman, PhD, dari Yale University yang memimpin penelitian itu seperti diktuip dari Menshealth.com.

    Dr Duman dan rekan-rekan ahli lainnya meykaini hasil penelitian tersebut bisa digunakan untuk merancang pendekatan baru dalam menangani depresi serta\' dampaknya. Dari penelitian tersebut, penyusutan otak bisa dicegah dengan mengurangi stres baik baik di badan maupun pikiran\'.

    Solusi lain untuk mencegah otak menyusut adalah dengan memperbanyak asupan omega-3, yakni asam lemak yang dikenal sebagai nutrisi otak. Penelitan tahun 2011 menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengonsumsi 2.500 mg omega-3 setiap hari selama 12 pekan tingkat stresnya berkruang 20 persen.




      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 7:10 am