Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jadi Pemalas Ternyata Bisa Lindungi Remaja dari Stres

    Share

    sabila

    5
    10.08.12

    Jadi Pemalas Ternyata Bisa Lindungi Remaja dari Stres

    Post  sabila on Wed Sep 05, 2012 5:32 pm


    Menjadi pemalas tidak selamanya berakibat buruk. Sifat pemalas adakalanya perlu untuk mengurangi tekanan yang dibebankan pada remaja. Remaja saat ini menghadapi banyak tuntutuan, mulai dari tuntutan akademik di sekolah, tuntutan mempersiapkan masuk perguruan tinggi, sampai tuntutan untuk memenuhi harapan orangtua.

    Namun masih banyak pula remaja yang seolah tak peduli dengan berbagai tuntutan tersebut. Remaja-remaja ini ditemukan berkeliaran di sudut-sudut jalan, menghabiskan waktu memainkan handphone atau duduk di depan komputer berselancar di internet. Pada dasarnya remaja-remaja tersebut ada yang memang memiliki sifat malas.

    Seorang peneliti dari University of Makedonia mengatakan bahwa sifat malas dan tidak melakukan apa-apa bisa berakibat baik untuk kesehatan remaja. Kebiasaan yang dianggap sebagai pemalas tersebut justru dapat mengurangi stres. Namun remaja yang dianggap tidak baik justru kemudian dapat tumbuh menjadi remaja yang benar-benar tidak baik.

    "Remaja yang menghabiskan waktu dengan teman-temannya atau sendirian biasanya secara kebetulan dilihat oleh orang tua, guru, serta\' pembuat kebijakan. Aktifitas ini dicap membuang-buang waktu dan tidak produktif sehingga dapat membuat anak-anak semakin mengembangkan perilaku antisosial," kata peneliti, Maria Patsarika seperti dilansir Medical Daily.

    Patsarika mengatakan bahwa tekanan yang dibebankan pada remaja dapat mengganggu perkembangan mentalnya. Karena orangtua dan guru berfokus pada keberhasilan, nilai dan ijazah, maka ruang yang tersisa bagi remaja untuk mengenali kemampuan dan jati dirinya sendiri semakin berkurang.

    Menurut Patsarika, masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, sehingga remaja perlu lebih banyak mengetahui jati dirinya daripada berfokus pada pengembangan diri.

    "Anak menjadi semakin ditekan dan kesenjangan antar generasi terus menyempit. Anak-anak mulai merambah area yang sebelumnya hanya dilakukan orang dewasa. Hal ini justru dapat memangkas kemampuan remaja untuk menjadi mandiri yang pada gilirannya dapat menghambat kemampuannya untuk mengatasi dan memecahkan masalah," kata Patsarika.

    Menurut Patsarika, apa yang nampaknya dilihat sebagai aktifitas yang membuang-buang waktu di Internet sebenarnya memungkinkan remaja untuk mengeksplorasi minat secara mendalam dan terhubung dengan orang-orang dengan sudut pandang yang berbeda. Bertemu teman-teman juga memungkinkan remaja merasakan dinamika kelompok dan menjadi bagian dari kelompok.

    Pada akhirnya, Patsarika mengakui bahwa remaja memang perlu dibimbing demi masa depannya. Tapi pengaturan jadwal setiap saat dan setiap hari dapat menyebabkan kelelahan. Secara fisik, gejala kelelahan akan muncul dalam bentuk sakit kepala, sakit perut, gangguan tidur dan sulit berkonsentrasi di sekolah.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:14 am