Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Cara Menghindari Efek Buruk Kebisingan

    Share

    zuko

    150
    25.06.11

    Cara Menghindari Efek Buruk Kebisingan

    Post  zuko on Fri Sep 14, 2012 2:02 am



    Telinga manusia sangat sensitif dan gangguan sekecil apapun pada setiap bagian dari struktur telinga dapat menyebabkan masalah. Kerusakan tersebut disebabkan oleh kontak yang terlalu lama dengan suara keras atau suara tiba-tiba.

    Suara dapat berbahaya bagi tubuh manusia dalam dua cara. Pertama, suara keras berpotensi menyebabkan kerusakan fisik pada telinga, yang dapat mengakibatkan masalah pendengaran. Sedangkan yang kedua, suara berisik berkepanjangan dapat menyebabkan tekanan emosional dan stres.

    Kerusakan pada telinga dapat bersifat permanen atau sementara, dan kasus berulang dari gangguan sementara dapat menyebabkan kerusakan permanen.

    Kerusakan pada telinga tidak selalu berarti gangguan pendengaran, telinga berdenging atau kepekaan fisik dan psikologis terhadap beberapa suara juga diklasifikasikan sebagai kerusakan telinga.

    Berikut kerusakan pada telinga yang paling umum terjadi:

    1. Tinnitus
    Merupakan kondisi dimana telinga terus menerus berdenging akibat kebisingan yang sangat keras seperti suara musik di klub malam. Kondisi ini biasanya dapat berlangsung beberapa jam dan kembali ke pendengaran normal, tetapi juga dapat menjadi kondisi yang berlangsung lama.

    2. Kehilangan pendengaran
    Kondisi ini merupakan perasaan sedikit tuli yang bersifat sementara akibat suara yang begitu keras. Pendengaran akan pulih dari trauma ini selama beberapa waktu dan jika kondisi ini terus berulang akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

    3. Tuli permanen
    Kondisi ini dapat terjadi secara bertahap dan disebabkan oleh paparan kebisingan yang terus-menerus.

    Berikut hal yang perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan telinga dan stres karena kebisingan seperti dilansir besthealthmag:

    1. Tidak mendengarkan suara yang terlalu keras hingga di atas 100 desibel tanpa pelindung telinga selama lebih dari 15 menit.

    2. Hindari paparan suara yang terlalu keras hingga lebih dari 110 desibel. Paparan rutin yang berlangsung lebih lama dari 1 menit dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen meskipun baru sekali terpapar suara sekeras itu.

    3. Gunakan pelindung telinga ketika menggunakan mesin-mesin yang mengeluarkan suara berisik seperti pemotong rumput. Suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85-90 desibel juga berpotensi merusak telinga.

    4. Menjaga volume TV, radio dan handphone pada tingkat yang wajar.

    5. Minimalkan penggunaan peralatan rumah tangga yang berisik dan pastikan mengenakan telinga ketika harus menggunakannya.



      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 12:23 pm