Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Apapun Namanya, Gula Tambahan Itu Tetap Bahaya

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    Apapun Namanya, Gula Tambahan Itu Tetap Bahaya

    Post  zuko on Mon Sep 17, 2012 1:28 am


    Gula tambahan telah lama diwanti-wanti sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya angka obesitas, diabetes dan berbagai gangguan kesehatan terkait keduanya seperti penyakit lemak hati.

    Hebatnya, gula tambahan ini bisa beredar dengan nama dan bentuk yang beragam padahal sebenarnya sama saja.

    Apapun bentuknya, baik gula atau pemanis buatan akan mempengaruhi tubuh dengan cara yang sama, bahkan beberapa diantaranya memiliki dampak yang lebih buruk dari produk gula lainnya.

    Salah satu produk pemanis yang paling 'berbahaya' dan banyak ditemukan pada berbagai produk makanan adalah sirup jagung berfruktosa tinggi karena dapat merusak pola makan.

    Menurut studi yang dilakukan peneliti dari Princeton University, tikus yang diberi sirup jagung fruktosa tinggi atau HFCS mengalami penambahan berat badan lebih banyak daripada ketika diberi sukrosa meskipun jumlah yang digunakan sama banyaknya.

    Lalu Dr. Barry Popkin dari University of North Carolina School of Public Health mengemukakan bahwa permasalahannya terletak pada jumlah gula yang dikandung setiap pemanis itu.

    Contohnya, sirup jagung berfruktosa tinggi, meski jumlah fruktosanya lebih banyak daripada jenis gula lainnya tapi efek metaboliknya dengan pemanis lainnya adalah sama saja.

    Banyaknya nama-nama gula yang beredar juga menimbulkan kebingungan publik, terutama terkait dengan jumlah kandungan gula dan kalorinya.

    Produsen pembuat pemanis buatan pun dapat dengan seenaknya membuat daftar\' komposisi dengan formulasi gula yang berbeda-beda sehingga produk itu tampak mengandung gula yang lebih sedikit dari kandungan gula yang sebenarnya atau bila dibandingkan dengan produk lainnya.

    Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kondisi seperti di atas, Anda dapat menyimak 10 jenis dan nama gula yang beredar luas di pasaran seperti dikutip dari huffingtonpost.

    1. Concentrated fruit juice
    Pemanis ini biasa diberi nama sesuai dengan nama buah yang diekstrak seperti apel atau pir.

    Pasalnya, buah-buahan dikenai tarif yang lebih murah dari gula maka ketika diimpor harganya juga jauh lebih murah, katanya.

    Kendati terdengar lebih sehat dan lebih alami daripada sirup jagung berfruktosa tinggi atau sirup gula lainnya, "Produk ini tak ada bedanya dengan gula," ujar Popkin.

    2. Dextrose
    Dextrose merupakan bentuk sederhana dari glukosa, tapi WiseGeek mengungkapkan banyak produsen percaya bahwa konsumen yang mengonsumsi dextrose akan memperoleh dampak negatif lebih sedikit daripada pengguna glukosa.

    3. Maltosa
    Maltosa atau gula malt adalah jenis gula yang terbuat dari dua molekul glukosa yang terikat.

    Sirup jagung bermaltosa tinggi merupakan pemanis lain yang banyak beredar di pasaran, sama-sama berasal dari jagung namun diolah dengan cara yang berbeda.

    4. Fruktosa kristal
    Fruktosa kristal berasal dari jagung kendati jenis gula ini seringkali dikatakan 20 persen lebih manis daripada gula dan 5 persen lebih manis daripada sirup jagung berfruktosa tinggi.

    5. Evaporated cane juice
    Menurut Dr. Melina Jampolis, evaporated cane juice hanyalah gula yang diproses sedikit berbeda dari gula lainnya.

    "Pengolahannya sengaja tak disempurnakan agar dapat mempertahankan kandungan vitamin dan mineralnya tapi sebenarnya jumlah kalorinya sama saja dengan gula," katanya.

    6. Gula invert
    Gula invert atau inverted sugar syrup itu sama halnya dengan madu, sirup mapel maupun sirup jagung berfruktosa tinggi. Di dalamnya terdapat sukrosa sederhana yang dibagi menjadi dua bagian yaitu glukosa dan fruktosa.

    Masa penyimpanannya lebih lama daripada gula kristal, rasanya juga lebih manis.

    7. Gula mentah atau raw sugar
    Gula ini merupakan produk sampingan alami dari gula kristal. Mungkin dengan begitu orang berpikir gula jenis ini lebih alami daripada pemanis yang dibuat dengan bahan-bahan kimiawi tapi bukan berarti gula ini benar-benar mentah.

    Cathy Nonas, direktur program diabetes dan obesitas dari North General Hospital, New York City mengatakan, "Hanya karena diklaim sebagai produk alami tapi bukan berarti produk itu benar-benar sehat untuk Anda."

    8. Sirup malt
    Pemanis ini sebagian besar terbuat dari gandum barley yang telah diubah menjadi gula yaitu maltosa.

    9. Cane crystals
    Cane crystal hanyalah nama lain dari evaporated cane sugar.

    10. Fruktosa
    Fruktosa adalah gula yang ditemukan dalam buah dan dikenal sebagai jenis gula paling manis yang dipasarkan secara komersial.

    Jika dikonsumsi dalam konsentrasi dan jumlah yang tinggi, pakar endokrinologi kedokteran anak dari University of California, Robert Lustig meyakini bahwa fruktosa dapat berkontribusi terhadap munculnya obesitas, diabetes dan gangguan kesehatan lainnya.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 10:55 am