Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Sunrise Serenade

    Share

    putri

    46
    27.06.11

    Sunrise Serenade

    Post  putri on Tue Sep 18, 2012 7:03 pm


    Buku yang ditulis oleh Dian Syarief dan Sundea ini tentang perjalanan hidup seorang Dian Syarief yang hidup bersama lupus dan low vision.

    Dian yang perjalanan hidupnya begitu mulus tiba-tiba menghadapi diagnosa lupus, penyakit seribu wajah. Lahir dari keluarga menengah, Dian yang cantik, cerdas dan gaul ini menyelesaikan kuliahnya di Farmasi ITB. Karir yang bagus di satu bank swasta, menikah dengan pria idaman hati, adalah jalan hidup Dian yang penuh kebahagiaan. Hingga lupus datang menyapa, dan kehidupan pun berubah total...

    Buku ini mampu membuatku tersedu-sedu saat membacanya. Namun, kisah Dian bukanlah kisah tentang duka lara melainkan kisah tentang matahari pagi, Syamsi Dhuha...

    Membaca buku ini membuatku tenggelam dengan kisah Dian yang mengalami abses otak –akibat lupus- hingga perlu mengalami operasi otak berkali-kali. Kisahnya begitu hidup sehingga aku ikut merasakan kesakitan Dian yang hidup dengan lupus dan menghadapi low vision.

    Sangat membahagiakan membaca perjalanan Dian yang bisa bangkit dan bisa mendirikan Yayasan Syamsi Dhuha. Yayasan ini membantu orang dengan lupus dan / atau low vision dengan memberikan info, pendampingan hingga upaya untuk mendapatkan obat dengan harga terjangkau .


    Anak tidak selalu dilahirkan oleh rahim sendiri. Karya berupa tulisan, lagu, bhakti sosial, yayasan atau sharing apa pun juga merupakan anak bagi seseorang. Yayasan Syamsi Dhuha, in my opinion, adalah anak bagi Ibu Dian dan Pak Eko Pratomo. Semoga merupakan amal jari’ah yang slalu mengalir.

    Banyak pelajaran hidup yang bisa kita dapatkan dari buku ini. Hanya menurut saya, ada yang tidak bisa dicontoh oleh para wanita. Yaitu jangan berharap mempunyai suami yang penuh perhatian, sabar dan penuh kasih sayang seperti Pak Eko hehehe. Teman saya yang sudah membaca buku ini memberikan komentar, “Pak Eko itu satu diantara satu milyar pria. Mengharapkan suami kita seperti Pak Eko bisa bikin kita turun berok.” Hahaha

    Memang jarang sih pria seperti Pak Eko. Ganteng, karir dan finansial yang oke punya namun bisa tetap setia dan sayang pada istri. Care terhadap istri, mengusahakan pengobatan terbaik untuk istri, sabar menghadapi istri yang kadang depresi dalam kesakitan, merupakan kualitas yang jarang ada pada para Bapak. Dan...bisa menerima istri yang tidak bisa melahirkan keturunan! God bless you Pak Eko...

    Saya suka dengan kisah Pak Budi, seorang dokter di Yayasan Sahabat Mata. Pak Budi juga merupakan ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia. Beliau mandiri, bisa bolak-balik naik pesawat terbang sendiri, juga mampu mengutak-atik gadget sendiri dengan terampil. Pak Budi bisa memasangkan program Jaws dan SMS Talk pada gadget. Jaws dan SMS Talk adalah dua alat bantu yang sangat penting bagi penyandang tuna netra dan low vision.
    “Kita kan cuma nggak bisa melihat, yang lainnya kita bisa,” ujar Pak Budi pada Dian pada suatu waktu. Selalu optimis. (halaman70).

    Halaman 72:
    Aku teringat pada suatu masa, mataku pernah awas dan sehat. Ketika itu aku bisa membaca apa saja. Menonton apa saja. Mengamati apa saja dengan cermat. But sometimes, you don’t know what you’ve got ‘til it’s gone. Baru setelah menyandang low vision aku sering merasa iri mendapati Mas Eko asyik membaca berjam-jam. Baru setelah menyandang low vision juga, ketika aku hanya mendengar dan bukan lagi menonton televisi, kusadari betapa menariknya menonton tayangan-tayangan seperti National Geographic. Seharusnya bunga-bunga, binatang, alam, yang disorot secara detail itu adalah hadiah\'\' berharga bagi mata kita. Cantik. Ajaib. Dan akan mengantar kita pada ketakjuban dan rasa syukur yang tidak terbatas.

    Aku lalu teringat pada tabloid-tabloid kosong dan sinetron yang kulalap dengan kedua mata sehatku dulu. Tahu-tahu aku merasa malu.

    Halaman 160:
    Hal lain yang kupelajari adalah harapan yang dipegang teguh adalah sesuatu yang membuat jiwa kita selalu kuat. Namun pada kondisi tertentu, justru keikhlasan dan kepasrahanlah yang harus dijadikan senjata yang menguatkan jiwa kita. Hidup memang ajaib. Tuhan mengajarkan kita menyikapi berbagai situasi dengan cara yang berbeda-beda, namun senantiasa terjaga dalam kebijaksanaan. Jiwa adalah tumpuan. Dan dalam bersandar kepada-Nyalah mutiara hikmah yang menjaga jiwa selalu teruntai.

    Halaman 161:
    “Dian, depresi itu seperti terperosok di lubang yang sangat dalam. Kita hanya bisa keluar ketika berbuat sesuatu. Dan cuma diri kita sendiri yang dapat mengeluarkan diri kita dari lubang itu,” ungkap Mas Eko pada suatu hari.
    Ungkapan itu seperti air yang dipercikkan ke wajahku. Aku seperti terjaga tiba-tiba. Setelah sekian lama tenggelam dalam depresi, itulah kata-kata pertama yang membuatku merasa harus segera bangkit kembali.

    Banyak hikmah yang bisa dipetik dalam buku ini. Semoga menjadikan hidup kita lebih bermakna. Semoga kita bisa memanfaatkan setiap detik hidup kita agar bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama. Bila kegelapan sedang melanda, percayalah matahari pagi slalu akan muncul...

    Data Buku :
    Judul : Sunrise Serenade , Kisah tentang Semangat Hidup yang Tak Pernah Padam
    Penulis : Dian Syarief Pratomo & Sundea
    Penerbit : Gagas Media
    Cetakan : 2012
    Tebal : xiii + 295 halaman
    ISBN : 979-780-563-8


    putri

    46
    27.06.11

    Re: Sunrise Serenade

    Post  putri on Tue Sep 18, 2012 7:11 pm


    Miracle of Love : Dengan Lupus Menuju Tuhan

    Descriptions

    Penyakit itu sungguh asing bagiku. Jangankan mengenalnya, mendengar nama itu sebagai penyakit pun baru aku ketahui ketika istriku tiba-tiba menjadi tidak berdaya dan dipaksa menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan penyakit Lupus. Kondisinya yang prima dan aktivitasnya yang tinggi dalam berbagai kegiatan dalam waktu singkat menyusut. Waktunya menjadi lebih banyak di rumah sakit dan meja operasi.

    Lupus adalah penyakit autoimun, sejenis alergi terhadap diri sendiri. Zat antibodi yang dibentuk sistem kekebalan tubuh yang biasanya berfungsi melindungi tubuh melawan kuman, virus dan benda asing, malah berbalik menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Kita seolah dirampok diri sendiri.

    Vonis itu jelas membuat istriku sempat bertanya: Mengapa ini terjadi kepadaku? Apa salah dan dosa yang pernah aku lakukan? Mengapa harus Lupus? Dan sederet pertanyaan lain... yang tidak bisa kami jawab. Inilah awal dari perjuangan panjang... bukan hanya untuk mengatasi segala kesakitan, penderitaan, dan kesulitan yang timbul, tetapi juga perjuangan mencari makna hidup di balik "musibah".

    Setelah sekian waktu, kami baru sadar bahwa Tuhan tidak pernah salah. Apa pun yang Tuhan berikan untuk hamba-Nya dalam setiap kejadian, ternyata selalu ada maksud baik-Nya, termasuk ujian musibah yang ditimpakan kepada kami. Melalui sakitlah kami mengalami kehadiran Tuhan secara nyata. Melalui sakit pula kami bisa merasakan keajaiban cinta dan kasih sayang, bukan hanya sebagai pasangan, tapi yang lebih penting dan agung adalah merasakan keajaiban cinta dan kasih sayang yang Tuhan curahkan serta\'\' menikmati kedekatan dengan-Nya, dan bisa menularkan kasih sayang dan kebahagiaan itu kepada orang lain.

    Penerbit : Gramedia
    Penulis : Dian S., Eko Pratomo
    ISBN : 978-979-22-6749-5


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 3:36 pm