Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Malas Gerak Sama Artinya dengan Menyiksa Ginjal

    Share
    avatar
    kuning

    557
    07.10.09

    Malas Gerak Sama Artinya dengan Menyiksa Ginjal

    Post  kuning on Sun Sep 30, 2012 1:03 pm


    Duduk seharian di depan TV memang menyenangkan, apalagi sambil menonton film kesukaan. Meski bagus untuk meredakan stres, kebiasaan ini tidak boleh jadi kebiasaan karena lama-lama bisa merusak ginjal kalau tidak diimbangi olahraga.

    Para peneliti di Inggris baru-baru ini membuktikan bahwa lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk berhubungan erat dengan risiko kerusakan ginjal yang sifatnya kronis. Makin sering duduk dan jarang bergerak, makin tinggi risiko mengalami sakit ginjal.

    Dalam penelitian ini, Thomas Yates dari University of Leicester melibatkan tak kurang dari 5.650 orang dewasa di Inggris. Para partisipan dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan lamanya duduk dalam sehari, yakni risiko tinggi (8 - 24 jam), sedang (3,2 - 7,8 jam) dan rendah (0 - 3 jam).

    Saat dibandingkan dengan risiko kerusakan ginjalnya, Yates mengungkap bahwa kelompok dengan risiko sedang memiliki risiko kerusakan ginjal 30 persen lebih dibanding kelompok risiko tinggi. Kelompok risiko sedang, risiko kerusakan ginjalnya 20 persen lebih rendah dari kelompok risiko tinggi.

    Data ini menunjukkan bahwa makin lama waktu yang dihabiskan seseorang untuk duduk, makin besar pula risiko kerusakan ginjal yang dihadapi. Namun dalam penelitian ini, pengaruhnya lebih teramati pada partisipan perempuan dibanding partisipan laki-laki.

    Celakanya lagi, olahraga hanya bisa mengurangi dan tidak benar-benar menghilangkan risiko kerusakan ginjal kalau tidak dilakukan rutin. Malahan pada perempuan, seperti dikutip dari NBC News, olahraga bahkan tidak menutupi efek dari terlalu banyak duduk.

    Belum diketahui pasti bagaimana keduanya bisa saling mempengaruhi, namun sejak dahulu terlalu banyak duduk memang dianggap tidak sehat. Bukan hanya merusak ginjal, tetapi juga meningkatkan risiko kegemukan, diabetes mellitus tipe 2 serta\' gangguan jantung dan pembuluh darah.



      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 10:29 pm