Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Malas Gerak Sama Artinya dengan Menyiksa Ginjal

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Malas Gerak Sama Artinya dengan Menyiksa Ginjal

    Post  kuning on Sun Sep 30, 2012 1:03 pm


    Duduk seharian di depan TV memang menyenangkan, apalagi sambil menonton film kesukaan. Meski bagus untuk meredakan stres, kebiasaan ini tidak boleh jadi kebiasaan karena lama-lama bisa merusak ginjal kalau tidak diimbangi olahraga.

    Para peneliti di Inggris baru-baru ini membuktikan bahwa lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk berhubungan erat dengan risiko kerusakan ginjal yang sifatnya kronis. Makin sering duduk dan jarang bergerak, makin tinggi risiko mengalami sakit ginjal.

    Dalam penelitian ini, Thomas Yates dari University of Leicester melibatkan tak kurang dari 5.650 orang dewasa di Inggris. Para partisipan dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan lamanya duduk dalam sehari, yakni risiko tinggi (8 - 24 jam), sedang (3,2 - 7,8 jam) dan rendah (0 - 3 jam).

    Saat dibandingkan dengan risiko kerusakan ginjalnya, Yates mengungkap bahwa kelompok dengan risiko sedang memiliki risiko kerusakan ginjal 30 persen lebih dibanding kelompok risiko tinggi. Kelompok risiko sedang, risiko kerusakan ginjalnya 20 persen lebih rendah dari kelompok risiko tinggi.

    Data ini menunjukkan bahwa makin lama waktu yang dihabiskan seseorang untuk duduk, makin besar pula risiko kerusakan ginjal yang dihadapi. Namun dalam penelitian ini, pengaruhnya lebih teramati pada partisipan perempuan dibanding partisipan laki-laki.

    Celakanya lagi, olahraga hanya bisa mengurangi dan tidak benar-benar menghilangkan risiko kerusakan ginjal kalau tidak dilakukan rutin. Malahan pada perempuan, seperti dikutip dari NBC News, olahraga bahkan tidak menutupi efek dari terlalu banyak duduk.

    Belum diketahui pasti bagaimana keduanya bisa saling mempengaruhi, namun sejak dahulu terlalu banyak duduk memang dianggap tidak sehat. Bukan hanya merusak ginjal, tetapi juga meningkatkan risiko kegemukan, diabetes mellitus tipe 2 serta\' gangguan jantung dan pembuluh darah.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 11:23 pm