Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Ini yang Bikin Orang Dewasa Lebih Sulit Tertawa Ketimbang Anak-anak

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Ini yang Bikin Orang Dewasa Lebih Sulit Tertawa Ketimbang Anak-anak

    Post  flade on Sat Oct 06, 2012 9:45 am


    Tertawa merupakan salah satu cara mudah untuk membuat diri sendiri bahagia dan mengurangi stres. Tapi orang dewasa diketahui lebih sedikit tertawa ketimbang anak-anak, ini penyebabnya.

    Sebuah studi baru mengungkapkan seharusnya orang yang sudah dewasa tertawa sebanyak 18 menit setiap harinya. Namun sekarang kenyataan yang ada orang dewasa tertawa tak lebih dari 6 menit. Kondisi ini jauh lebih sedikit dibanding saat 60 tahun lalu.

    Para peneliti menemukan orang dewasa di Inggris rata-rata tertawa hanya 7,2 kali dalam sehari, sedangkan para ahli menganjurkan agar tertawa sehat dan menyenangkan perlu dilakukan sebanyak 15 kali dalam sehari.

    Sementara itu anak-anak kecil khususnya yang belum sekolah bahkan bisa tertawa sekitar 350 kali dalam sehari. Namun sebanyak 66 persen orang dewasa yang disurvei mengaku dirinya sudah lebih sulit untuk tertawa dan merasa bahagia dalam hidupnya.

    Diketahui ada beberapa hal yang membuat orang merasa lebih sulit untuk tertawa yaitu adanya masalah keuangan, tekanan dari pekerjaan, adanya masalah pada komitmen keluarga dan kondisi lingkungannya bisa mencegah mereka untuk tertawa.

    "Tertawa adalah perilaku penting dari seseorang karena menyenangkan, membuat orang bahagia dan membawa banyak manfaat. Kita harus lebih sering tertawa," ujar psikolog Anjula Mutanda, seperti dikutip dari Timesofindia.

    Hal ini karena ketika tertawa kadar hormon endorfin di tubuh akan meningkat sehingga dapat mengurangi stres dan memperkuat sistem kekebalan. Diketahui hormon stres akan berkurang selama tertawa sehingga memungkinkan sel-sel kekebalan tubuh berfungsi lebih baik. Efek yang dirasakan ini bisa bertahan hingga 24 jam.

    Selain itu tertawa juga mampu mempromosikan pertukaran oksigen dengan karbondioksida sehingga membantu membersihkan saluran udara, serta\' membuat otot dan sendi rileks setelah tegang akibat tekanan pekerjaan.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 12:25 pm