Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Yesterday at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Sikat Gigi Sebelum Tidur Tapi Bangun Pagi Mulut Tetap Bau? Ini Sebabnya

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Sikat Gigi Sebelum Tidur Tapi Bangun Pagi Mulut Tetap Bau? Ini Sebabnya

    Post  online on Sun Oct 07, 2012 12:23 pm


    Sikat gigi paling baik dilakukan menjelang tidur. Pasalnya ketika istirahat semalaman, makanan yang tersisa di sela-sela gigi dapat berkembang biak dan merusak lapisan gigi. Namun benarkah sisa makanan ini benar-benar hilang dengan odol? Nyatanya ketika bangun pagi napas masih saja bau seolah belum sikat gigi.

    Tak peduli seberapa banyak odol atau sekeras apa obat kumur yang digunakan, bau napas yang busuk di pagi hari tak akan hilang. Padahal seharusnya dengan menyikat gigi dan berkumur sudah cukup ampuh membersihkan mulut. Rahasianya ternyata ada pada bakteri yang berkembang biak di dalam mulut.

    Pasta gigi dan obat kumur memang dapat menghalau bakteri dengan bahan-bahan seperti xylitol, triclosan dan minyak esensial. Tapi pengaruh dari bahan-bahan ini tidak bertahan lama.

    Segera setelah tidur, bahan-bahan yang ampuh mengusir bakteri sirna dari mulut. Lingkungan yang kondusif untuk tumbuhnya bakteri pun muncul kembali. Salah satu unsur penting yang paling berperan menciptakan bau mulut saat kita tidur adalah kurangnya produksi air liur.

    Produksi air liur melambat secara signifikan ketika tidur. Cairan yang biasanya bertanggung jawab melemahkan bakteri atau mengangkutnya ke usus juga ikut beristirahat. Hasilnya, bakteri dibiarkan berkembang biak selama berjam-jam dan menghasilkan konsentrasi senyawa jahat yang membuat bau.

    Para ilmuwan memperkirakan bahwa bakteri yang berdiam di mulut seseorang jumlahnya lebih banyak daripada populasi manusia di bumi. Di dalam mulut, mikroba terus-menerus mati dan bereplikasi.

    "Mikroba pengurai memproduksi bau busuk di mulut, prosesnya serupa dengan yang terjadi pada limbah pembuangan," kata Sean S. Lee, profesor kedokteran gigi di Loma Linda University School of Dentistry di California seperti dilansir Gizmodo.

    Bakteri memperoleh energi melalui asam amino dan pencernaan protein. Beberapa asam amino yang dicerna mengandung sulfur dan akan dilepaskan ketika bakteri memprosesnya. Sulfur sendiri merupakan salah satu penyebab bau tidak. Tapi itu bukan hanya itu saja yang membuat bau mulut, melainkan sekelompok gas yang berkumpul menjadi satu.

    Bakteri berkembangbiak dengan cara melepaskan senyawa bau. Ada sekitar 600 atau lebih senyawa bau yang dilepaskan sehingga membuat bau mulut campur aduk.

    Lee menjelaskan, bau-bau yang bercampur itu antara lain adalah kadaverina (bau mayat), hidrogen sulfida (bau telur busuk), asam isovaleric (bau kaki), methylmercaptan (bau tinja), putresin (bau daging busuk) dan trimetilamina (bau ikan). Tapi kabar baiknya, orang lain hanya butuh waktu 5 menit untuk beradaptasi dengan bau busuk tersebut.



      Waktu sekarang Wed Jan 25, 2017 2:19 am