Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Bukan Cuma Manusia, Lemak Juga Butuh Tidur

    Share
    avatar
    La Rose

    76
    16.08.11

    Bukan Cuma Manusia, Lemak Juga Butuh Tidur

    Post  La Rose on Wed Oct 17, 2012 6:45 am


    Sepintas agak ganjil ketika kebanyakan orang mati-matian olahraga untuk membakar lemak, penelitian justru menunjukkan bahwa lemak pun butuh istirahat. Dalam kondisi kurang tidur, lemak bisa berubah jadi jahat dan membahayakan tubuh.

    Lemak yang butuh diistirahatkan agar tetap berguna bagi tubuh disebut dengan jaringan adiposa. Fungsinya adalah menyimpan energi, serta\' menyerap asam lemak dan lipid dari aliran darah supaya tidak menyebar dan memicu kerusakan di bagian tubuh yang lain.

    Dalam menjalankan fungsinya tersebut, jaringan adiposa sangat tergantung pada kemampuannya merespons insulin. Makin bagus responsnya, makin bagus pula fungsinya dalam mencegah kerusakan jaringan di berbagai bagian tubuh akibat lemak-lemak jahat.

    Sebuah penelitian di University of Chicago menunjukkan, jaringan adiposa kehilangan 30 persen kemampuan untuk merespons insulin saat tubuh kelelahan akibat kurang tidur. Itu artinya, lemak juga butuh istirahat untuk bisa menjalankan fungsi perlindungannya.

    Penelitian yang dilakukan oleh Matthew Brady, PhD itu melibatkan sejumlah partisipan yang diminta tidur dalam 2 kondisi berbeda. Selama beberapa hari pertama, para partisipan diminta tidur selama 8,5 jam tiap malam dan di periode berikutnya hanya tidur 4,5 jam.

    Perbandingan sensitivitas lemak terhadap insulin antara orang yang kurang tidur dengan yang cukup tidur, disebut-sebut sama seperti antara orang gemuk dengan orang kurus. Perbandingannya juga sama seperti pada perbandingan antara penyandang diabetes dengan orang sehat.

    "Beberapa orang mengklaim bisa mentoleransi efek dari kurang tidur. Namun dalam penelitian kecil ini, 7 dari 7 orang (berarti semuanya) mengalami perubahan sensitivitas insulin yang cukup signifikan," kata Matthew seperti dikutip dari Sciencedaily.



      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 3:43 pm