Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bukan Cuma Manusia, Lemak Juga Butuh Tidur

    Share

    La Rose

    75
    16.08.11

    Bukan Cuma Manusia, Lemak Juga Butuh Tidur

    Post  La Rose on Wed Oct 17, 2012 6:45 am


    Sepintas agak ganjil ketika kebanyakan orang mati-matian olahraga untuk membakar lemak, penelitian justru menunjukkan bahwa lemak pun butuh istirahat. Dalam kondisi kurang tidur, lemak bisa berubah jadi jahat dan membahayakan tubuh.

    Lemak yang butuh diistirahatkan agar tetap berguna bagi tubuh disebut dengan jaringan adiposa. Fungsinya adalah menyimpan energi, serta\' menyerap asam lemak dan lipid dari aliran darah supaya tidak menyebar dan memicu kerusakan di bagian tubuh yang lain.

    Dalam menjalankan fungsinya tersebut, jaringan adiposa sangat tergantung pada kemampuannya merespons insulin. Makin bagus responsnya, makin bagus pula fungsinya dalam mencegah kerusakan jaringan di berbagai bagian tubuh akibat lemak-lemak jahat.

    Sebuah penelitian di University of Chicago menunjukkan, jaringan adiposa kehilangan 30 persen kemampuan untuk merespons insulin saat tubuh kelelahan akibat kurang tidur. Itu artinya, lemak juga butuh istirahat untuk bisa menjalankan fungsi perlindungannya.

    Penelitian yang dilakukan oleh Matthew Brady, PhD itu melibatkan sejumlah partisipan yang diminta tidur dalam 2 kondisi berbeda. Selama beberapa hari pertama, para partisipan diminta tidur selama 8,5 jam tiap malam dan di periode berikutnya hanya tidur 4,5 jam.

    Perbandingan sensitivitas lemak terhadap insulin antara orang yang kurang tidur dengan yang cukup tidur, disebut-sebut sama seperti antara orang gemuk dengan orang kurus. Perbandingannya juga sama seperti pada perbandingan antara penyandang diabetes dengan orang sehat.

    "Beberapa orang mengklaim bisa mentoleransi efek dari kurang tidur. Namun dalam penelitian kecil ini, 7 dari 7 orang (berarti semuanya) mengalami perubahan sensitivitas insulin yang cukup signifikan," kata Matthew seperti dikutip dari Sciencedaily.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 10:39 pm