Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Makan Mandi Tapi Tidak Basah

    Share

    alia

    79
    18.09.11

    Makan Mandi Tapi Tidak Basah

    Post  alia on Thu Oct 18, 2012 10:47 am


    Foto: Bondan Winarno

    Sebagai penggemar masakan Timur Tengah, saya selalu merekomendasikan dua tempat makan kepada teman-teman saya, yaitu: Kamananna di Puncak, dan Hadramout di Manggarai. Kebetulan, keduanya adalah rumah makan yang menyajikan masakan khas Yemen. Sayangnya, sampai sekarang mereka belum menghadirkan ikan bakar tandoori seperti layaknya disajikan oleh kebanyakan restoran di Yemen sana.

    Dari segi citarasa, Kamananna sedikit lebih unggul. Tetapi, tempatnya yang di Puncak dan sering macet membuatnya sebagai pilihan yang tidak selalu tepat.

    Siap-siaplah untuk mengalami dining experience khas Arab bila berkunjung ke sini. Semua tamu makan di lantai. Satu porsi besar makanan juga diletakkan di lantai, dan dimakan bersama-sama oleh 2-8 orang. Tidak disediakan sendok dan garpu. Kita semua makan dengan jari seperti di-sunnah-kan oleh Nabi Muhammad saw. Secara ilmiah juga dibuktikan bahwa ketika dipakai untuk makan, jari-jari mengeluarkan enzim yang perlu untuk pencernaan.

    Charge ditentukan oleh jumlah orang yang makan. Nasi kebuli dengan kambing panggang untuk dua orang dibandrol Rp 110 ribu. Bila tidak suka kambing, juga tersedia ayam panggang yang dimasak dengan cara dan bumbu yang sama. Kalau delapan orang makan, tinggal dikalikan empat. Semakin banyak yang makan, semakin seru.

    Di restoran ini, istilah nasi kebuli memang tidak digunakan. Mereka menyebutnya nasi mandi. Lho, makan nasi kok sambil mandi? Sebetulnya yang disebut mandi adalah cara membakar, yaitu oven dari tanah liat (seperti gentong tandoor di India). Ada lagi cara panggang lain yang disebut madhbi, menghasilkan panggangan yang lebih kering.

    Nasi kebulinya berwarna kekuningan, dibuat dari basmati yang bulirnya kecil panjang. Nasi ini dimasak dua kali. Pertama dikukus, dan setelah setengah matang diteruskan memasak sampai matang di dalam oven. Kambing panggangnya dibuat dari kambing muda yang direbus lama dengan bumbu, kemudian dipanggang dalam oven. Super empuk, dan tentu saja mak nyuss! Kuah rebusan kambing disajikan sebagai sup yang disebut maraq (Rp 20 ribu).

    Sajian itu disertai beberapa kondimen, yaitu bawang bombay yang dibelah menjadi empat, sambal tomat, dan sambal dari cabe rawit hijau. Sebetulnya, kondimen itu tidak diperlukan, karena masakan yang berbumbu minimalis ini sudah sangat gurih.

    Hadramout juga menyediakan berbagai appetizers, seperti sambosa (Rp 20 ribu), fatush salad (Rp 23 ribu), dan humus yang dimakan dengan roti pita (Rp 25 ribu).

    Jangan lupa memesan dessert khas Yemen, yaitu kacang almond yang disiram dengan sedikit madu. Sandingannya adalah gahwa(kopi Arab) dengan bumbu kapulaga yang khas. Sungguh istimewa!

    Hadramout
    Jl. Tambak Raya 16A
    Manggarai, Jakarta Pusat
    021 3928149





      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:12 am