Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Ada Museum Baru di Malang

    Share
    avatar
    online

    452
    27.08.09

    Ada Museum Baru di Malang

    Post  online on Tue Oct 23, 2012 2:22 pm


    Salah satu sudut Museum Tempoe Doloe/M Aminudin

    Tak hanya memiliki wisata agrowisata saja, kini ada Museum Tempoe Doloe di Malang sebagai destinasi Anda selanjutnya. Museum yang baru diresmikan ini berisikan tentang sejarah perkembangan Kota Malang. Seru!

    Museum seluas 900 meter persegi ini berada di Jalan Gajahmada atau sebelah timur Balai Kota Malang. Di dalamnya tersaji rekam jejak berdirinya Kota Malang, dari zaman paleolitik masa arkeologi, hingga pasca kemerdekaan.

    Anda bisa membaca cerita Kendedes dan Ken Arok yang hidup di masa Kerajaan Singosari mengawali sejarah kelahiran Kota Malang, dan diteruskan pada lorong sejarah di masa kolonial.

    "Antara Tahun 1853-1897 itu masa kelahiran Kota Malang," kata Dwi Cahyono, pencetus ide Museum Malang Tempoe Doloe kepada wartawan di sela-sela meninjau ruangan.

    Momentum peresmian Tugu di tahun 1953 oleh Presiden Soekarno, yang saat ini berada di depan Balaikota Malang juga diabadikan dalam miniatur di lorong sejarah. Tak ketinggalan ketika wilayah Malang dibumihanguskan pada masa penjajahan sekitar tahun 1914 juga menghiasi sudut lorong sejarah.

    "Bisa dikatakan rekam jejak sejarah Malang, kita bawa ke sini," terang Dwi Cahyono.

    Untuk membawa pengunjung di zaman paleolitik masa arkeologi, Cahyono membawa 1,5 juta batu tua peninggalan di masa itu. "Kita ingin semua bukti sejarah bisa dikenali masyarakat, sebagai edukasi sejarah," jelas pemerhati sejarah Kota Malang ini.

    Untuk membangun museum ini, Cahyono harus merogoh kocek hingga Rp 1,5 miliar. Dana sebesar itu dikeluarkan untuk mengumpulkan data sejarah bagi museumnya itu. Nantinya setiap pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 25 ribu untuk melihat langsung bukti sejarah Kota Malang. Museum ini buka dari pukul 08.00-17.00 WIB.

    "Harapannya museum ini bisa menjadi tambahan pengetahuan tentang sejarah Kota Malang," beber Dwi.



      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 5:32 am