Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Ada Museum Baru di Malang

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Ada Museum Baru di Malang

    Post  online on Tue Oct 23, 2012 2:22 pm


    Salah satu sudut Museum Tempoe Doloe/M Aminudin

    Tak hanya memiliki wisata agrowisata saja, kini ada Museum Tempoe Doloe di Malang sebagai destinasi Anda selanjutnya. Museum yang baru diresmikan ini berisikan tentang sejarah perkembangan Kota Malang. Seru!

    Museum seluas 900 meter persegi ini berada di Jalan Gajahmada atau sebelah timur Balai Kota Malang. Di dalamnya tersaji rekam jejak berdirinya Kota Malang, dari zaman paleolitik masa arkeologi, hingga pasca kemerdekaan.

    Anda bisa membaca cerita Kendedes dan Ken Arok yang hidup di masa Kerajaan Singosari mengawali sejarah kelahiran Kota Malang, dan diteruskan pada lorong sejarah di masa kolonial.

    "Antara Tahun 1853-1897 itu masa kelahiran Kota Malang," kata Dwi Cahyono, pencetus ide Museum Malang Tempoe Doloe kepada wartawan di sela-sela meninjau ruangan.

    Momentum peresmian Tugu di tahun 1953 oleh Presiden Soekarno, yang saat ini berada di depan Balaikota Malang juga diabadikan dalam miniatur di lorong sejarah. Tak ketinggalan ketika wilayah Malang dibumihanguskan pada masa penjajahan sekitar tahun 1914 juga menghiasi sudut lorong sejarah.

    "Bisa dikatakan rekam jejak sejarah Malang, kita bawa ke sini," terang Dwi Cahyono.

    Untuk membawa pengunjung di zaman paleolitik masa arkeologi, Cahyono membawa 1,5 juta batu tua peninggalan di masa itu. "Kita ingin semua bukti sejarah bisa dikenali masyarakat, sebagai edukasi sejarah," jelas pemerhati sejarah Kota Malang ini.

    Untuk membangun museum ini, Cahyono harus merogoh kocek hingga Rp 1,5 miliar. Dana sebesar itu dikeluarkan untuk mengumpulkan data sejarah bagi museumnya itu. Nantinya setiap pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp 25 ribu untuk melihat langsung bukti sejarah Kota Malang. Museum ini buka dari pukul 08.00-17.00 WIB.

    "Harapannya museum ini bisa menjadi tambahan pengetahuan tentang sejarah Kota Malang," beber Dwi.



      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 1:42 pm