Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Jangan Meletakkan Alat Elektronik di Kamar Anak Agar Tidak Sakit-sakitan

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Jangan Meletakkan Alat Elektronik di Kamar Anak Agar Tidak Sakit-sakitan

    Post  lea on Wed Oct 24, 2012 7:52 am


    Kebutuhan akan teknologi sulit dipisahkan dari kehidupan Anda sehari-hari karena dapat memberikan berbagai kemudahan dalam pekerjaan dan informasi. Tetapi tidak bagi anak Anda, fasilitas alat elektronik dalam kamar anak justru dapat berakibat buruk bagi kesehatannya.

    Menurut studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari University of Alberta menyatakan bahwa semakin banyak alat elektronik yang berupa teknologi layar dalam kamar anak, akan semakin buruk kualitas kesehatan anak.

    "Hindari menempatkan alat elektronik yang dilengkapi dengan teknologi layar dalam kamar anak, karena anak lebih bebas dalam mengakses alat elektronik tersebut tanpa pengawasan dari orang tua. Hal ini dapat mengganggu jam tidur anak dan berisiko terhadap kesehatannya," kata Paul Veugelers, penulis studi seperti dilansir theglobeandmail.

    Para peneliti melakukan survei terhadap hampir 3.400 siswa kelas 5 SD di Alberta tentang kebiasaan tidur malamnya dan seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mengakses alat elektronik di kamarnya.

    Setengah dari anak-anak peserta survei memiliki televisi, DVD player, atau video game konsol di kamar tidurnya. Sekitar 21 persen peserta survei memiliki komputer, sedangkan 17 persen memiliki ponsel. Sebanyak 5 persen dari peserta survei mengaku memiliki ketiga jenis teknologi layar di kamarnya.

    Penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak alat elektronik yang ditempatkan dalam kamar tidur anak, akan semakin buruk pula tingkat kesehatannya.

    Akses ke salah satu alat elektronik saja dapat meningkatkan kemungkinan kelebihan berat badan hingga 1,47 kali lipat dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki akses terhadap alat elektronik dalam kamarnya.

    Sehingga, anak-anak yang memiliki 3 perangkat teknologi dalam kamarnya akan lebih berisiko terhadap kelebihan berat badan hingga 2,57 kali lipat.

    Tanpa sepengetahuan orang tua, anak-anak dapat menonton TV atau bermain game diam-diam di malam hari. Dengan membatasi akses terhadap teknologi layar di malam hari dan tidur 1 jam lebih awal saja dapat mengurangi kemungkinan kelebihan berat badan hingga 28 persen dan mengurangi risiko obesitas sebesar 30 persen.

    Anak-anak yang memiliki jam tidur yang cukup, akan lebih aktif dan cenderung memilih makanan yang lebih sehat, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obesity Pediatric.

    Studi ini diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, yang menemukan bahwa kurangnya tidur akibat terlalu banyak akses terhadap perangkat teknologi dalam kamar anak dapat meningkatkan indeks massa tubuh, kadar kolesterol tinggi dan hipertensi.



      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 7:21 am