Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Anak Anda Nakal di Sekolah? Cek Durasi Tidurnya!

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Anak Anda Nakal di Sekolah? Cek Durasi Tidurnya!

    Post  lea on Wed Oct 24, 2012 8:18 am


    Jangankan anak-anak, orang dewasa yang kurang tidur saja berisiko tinggi mengalami sejumlah gangguan perilaku dan kesehatan. Itulah mengapa sebuah studi baru dari Kanada mengungkapkan bahwa anak-anak perlu diberi jam tidur tambahan agar perilakunya dapat dikendalikan.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics ini, anak yang diberi jam tidur tambahan sebanyak 27 menit di malam hari akan menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan di sekolah. Anak-anak yang diberi jam tidur tambahan ini pun emosinya terlihat lebih stabil, tidak mudah gelisah dan tak terlalu impulsif.

    Fenomena kurangnya jam tidur anak telah lama lama menjadi perhatian berbagai pihak. Bahkan dalam sebuah studi dipaparkan bahwa anak-anak kehilangan jam tidur rata-rata 0,073 menit pertahunnya dalam kurun waktu 1897-2009.

    Studi lain juga menekankan bahwa anak yang kurang tidur akan mempengaruhi performa akademisnya. Ada juga beberapa studi yang menemukan bahwa kurang tidur membuat anak cenderung terserang gangguan kesehatan tertentu. Salah satunya mengatakan bahwa anak yang tak bisa tidur karena pernafasannya terganggu cenderung berperilaku lebih agresif.

    Lagipula menurut berbagai studi dan survei ditemukan bahwa 43 persen anak laki-laki berusia 10-11 tahun tak memperoleh durasi tidur yang direkomendasikan para pakar setiap malamnya. Sebagian besar anak laki-laki dan perempuan yang terlibat dalam studi dan survei ini rata-rata jarang berangkat tidur sekitar pukul 9 malam.

    Salah satu penyebab kurangnya durasi tidur anak adalah penggunaan peralatan elektronik, terutama pada remaja. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Ergonomics, peralatan elektronik ini membuat Anda berkenan untuk berbaring tapi tak bisa tidur.

    Pasalnya, cahaya khusus yang dipakai berbagai layar alat elektronik dapat mempengaruhi hormon melatonin (hormon yang berfungsi untuk mengembalikan jam biologis manusia) di malam hari dan mengakibatkan tidur menjadi tertunda.

    Oleh karena itu tim peneliti dari McGill University, Montreal, Kanada yang dipimpin oleh Reut Gruber, PhD melibatkan 34 anak sehat berusia 7-11 tahun untuk mengetahi pengaruh durasi tidur terhadap perilaku anak.

    Lalu peneliti membagi 34 partisipan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta tidur satu jam lebih lama dari biasanya selama lima malam, sedangkan kelompok kedua diminta tidur kurang dari satu jam dari biasanya selama lima malam.

    Kesemua partisipan tidak diijinkan tidur siang. Kebetulan seluruh partisipan diketahui tak memiliki gangguan tidur, gangguan akademik maupun gangguan perilaku.

    Hasilnya, kelompok pertama memperoleh rata-rata jam tidur tambahan sebanyak 27 menit, sebaliknya kelompok kedua tidur 54 menit lebih sedikit ketimbang hari-hari biasanya.

    Tentu saja keesokan harinya partisipan yang tidur kurang dari sejam terlihat lebih mengantuk daripada biasanya. Partisipan ini juga dilaporkan mengalami lebih banyak gangguan perilaku di sekolah daripada sebelum studi ini dilakukan. Gangguan perilaku yang dimaksud adalah tidak stabil, mudah gelisah dan impulsif.

    "Tidur yang sehat itu penting untuk mendukung tingkat kewaspadaan dan fungsi organ kunci lainnya yang dibutuhkan untuk keberhasilan akademik seorang anak. Makanya tidur harus diprioritaskan dan gangguan tidur harus dihilangkan," simpul peneliti seperti dilansir dari medicalnewstoday.



      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 7:15 pm