Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Yesterday at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Kulit yang Menebal & Kemerahan Bisa Jadi Faktor Risiko Diabetes

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Kulit yang Menebal & Kemerahan Bisa Jadi Faktor Risiko Diabetes

    Post  clara on Sat Nov 03, 2012 7:12 am


    Jangan sepelekan iritasi atau peradangan pada kulit. Jika kulit tampak tebal dan kemerahan mungkin merupakan gejala penyakit kulit psoriasis. Kondisi ini mungkin tidak tampak berbahaya, tetapi ternyata psoriasis ini dapat meningkatkan risiko terhadap diabetes.

    Psoriasis adalah kemerahan dan iritasi pada kulit yang dapat bertahan hingga jangka waktu yang lama. Penyakit ini tidak menular dan gejalanya dapat berupa bercak putih keperakan dan kulit yang tampak menebal.

    Kondisi ini umum terjadi dan mempengaruhi sekitar 125 juta orang di seluruh dunia. Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat dan mengakibatkan penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.

    Para dokter percaya bahwa psoriasis mungkin disebabkan karena gangguan autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menganggap terlalu cepatnya pertumbuhan sel-sel kulit tersebut sebagai suatu hal yang berbahaya. Sehingga hal ini dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk memerangi sel-sel kulit tersebut, hingga timbul peradangan.

    Para peneliti dari Copenhagen University Hospital di Gentofte, Denmark menyatakan bahwa peradangan yang terkait dengan psoriasis berhubungan dengan diabetes. Diabetes terjadi akibat berlebihnya kadar gula dalam darah yang risikonya akan meningkat jika tubuh mengalami inflamasi atau peradangan.

    Penelitian tersebut dilakukan selama 13 tahun yang melibatkan 4 juta orang, di mana sekitar 50.000 peserta memiliki psoriasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psoriasis berisiko lebih tinggi terhadap diabetes dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki psoriasis.

    Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa semakin parah psoriasis, maka risiko terhadap diabetes akan meningkat pula. Orang dengan psoriasis ringan 1,5 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes dibandingkan orang yang tidak memiliki psoriasis. Sedangkan orang dengan psoriasis berat 2 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes.

    Tim peneliti menyimpulkan bahwa orang yang mengembangkan psoriasis harus segera memperoleh pengobatan agar terhindar dari risiko diabetes. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah pengobatan psoriasis dapat mempengaruhi risiko tersebut.

    Hasil penelitian ini dipresentasikan oleh Dr. Ole Ahlehoff, pemimpin penelitian tersebut dalam kongres European Society of Cardiology, seperti dilansir EmpowHer.



      Waktu sekarang Wed Jan 25, 2017 2:19 am