Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kulit yang Menebal & Kemerahan Bisa Jadi Faktor Risiko Diabetes

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Kulit yang Menebal & Kemerahan Bisa Jadi Faktor Risiko Diabetes

    Post  clara on Sat Nov 03, 2012 7:12 am


    Jangan sepelekan iritasi atau peradangan pada kulit. Jika kulit tampak tebal dan kemerahan mungkin merupakan gejala penyakit kulit psoriasis. Kondisi ini mungkin tidak tampak berbahaya, tetapi ternyata psoriasis ini dapat meningkatkan risiko terhadap diabetes.

    Psoriasis adalah kemerahan dan iritasi pada kulit yang dapat bertahan hingga jangka waktu yang lama. Penyakit ini tidak menular dan gejalanya dapat berupa bercak putih keperakan dan kulit yang tampak menebal.

    Kondisi ini umum terjadi dan mempengaruhi sekitar 125 juta orang di seluruh dunia. Psoriasis menyebabkan sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat dan mengakibatkan penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit.

    Para dokter percaya bahwa psoriasis mungkin disebabkan karena gangguan autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menganggap terlalu cepatnya pertumbuhan sel-sel kulit tersebut sebagai suatu hal yang berbahaya. Sehingga hal ini dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk memerangi sel-sel kulit tersebut, hingga timbul peradangan.

    Para peneliti dari Copenhagen University Hospital di Gentofte, Denmark menyatakan bahwa peradangan yang terkait dengan psoriasis berhubungan dengan diabetes. Diabetes terjadi akibat berlebihnya kadar gula dalam darah yang risikonya akan meningkat jika tubuh mengalami inflamasi atau peradangan.

    Penelitian tersebut dilakukan selama 13 tahun yang melibatkan 4 juta orang, di mana sekitar 50.000 peserta memiliki psoriasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan psoriasis berisiko lebih tinggi terhadap diabetes dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki psoriasis.

    Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa semakin parah psoriasis, maka risiko terhadap diabetes akan meningkat pula. Orang dengan psoriasis ringan 1,5 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes dibandingkan orang yang tidak memiliki psoriasis. Sedangkan orang dengan psoriasis berat 2 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes.

    Tim peneliti menyimpulkan bahwa orang yang mengembangkan psoriasis harus segera memperoleh pengobatan agar terhindar dari risiko diabetes. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan apakah pengobatan psoriasis dapat mempengaruhi risiko tersebut.

    Hasil penelitian ini dipresentasikan oleh Dr. Ole Ahlehoff, pemimpin penelitian tersebut dalam kongres European Society of Cardiology, seperti dilansir EmpowHer.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:37 pm