Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ini Alasan Orang Sulit Menghindari Minuman Manis

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Ini Alasan Orang Sulit Menghindari Minuman Manis

    Post  kuning on Tue Nov 06, 2012 9:50 am


    Di sebuah kelas nutrisi, seorang pakar diet bernama Andrea Giancoli meminta beberapa partisipan untuk membawa kaleng dan botol minuman yang sering diminum partisipan setiap hari, mulai dari soda, jus buah hingga teh manis.

    Kemudian pakar yang berdomisili di New York ini meminta partisipan membaca label di balik kaleng atau botol yang berisi keterangan tentang ukuran, jumlah kalori dan gulanya lalu Giancoli menggunakan tumpukan gula batu untuk memberi gambaran seberapa besar gula yang dikonsumsi partisipan.

    "Mereka tak tahu apa yang baik dan buruk bagi kesehatannya. Mereka memang membaca kemasan luarnya tetapi tidak pada labelnya," ungkap pakar diet lainnya, Angela Ginn yang juga menjadi anggota\' The Academy of Nutrition bersama Giancoli.

    Meski penjualan minuman ringan telah menurun selama beberapa tahun belakangan, penjualan minuman olahraga, jus dan minuman non-karbonasi lainnya justru meningkat.

    Padahal pada tahun 2011 saja, orang Amerika tercatat rata-rata minum 2400 mL minuman ringan berkarbonasi atau menurut buletin industri minuman terkemuka di AS, Beverage Digest sekitar 9 milyar kasus sedangkan penjualan minuman non-karbonasi lainnya, termasuk air botolan mencapai 15 milyar kasus.

    Giancoli pun mengungkapkan bahwa beberapa partisipan yang melihat gambar buah pada label berasumsi bahwa minuman berpemanis itu baik bagi kesehatannya. Bahkan ada partisipan lain yang kesulitan untuk mengatakan berapa jumlah porsi yang dikonsumsinya, namun para pakar mengatakan hampir setiap orang mengonsumsi sekitar tiga porsi dengan ukuran kalori 6000 mL perbotol.

    Oleh karena itu Giancoli menciptakan trik untuk membantu partisipan memahami asupan gula dan kalorinya yaitu dengan menunjukkan jumlah gula yang sebenarnya pada sejumlah minuman yang sering dikonsumsi partisipan. Giancoli juga mengemukakan bahwa minum 6000 mL botol soda setiap hari dapat menambah 12 kg berat badan pertahunnya.

    Masalahnya adalah otak manusia tidak melihat kalori dari minuman sebagaimana pada makanan. Tak heran jika banyak orang yang kesulitan untuk memahami dampak dari ukuran botol atau kaleng yang lebih besar, ungkap para pakar.

    Peneliti Pierre Chandon yang baru-baru ini telah mempelajari 21 studi menemukan bahwa meskipun cangkir atau kemasannya berukuran ganda namun konsumen tak bisa mengatakan jika dirinya mendapatkan porsi dua kali lipat.

    "Hal ini menunjukkan bahwa otak kita sangat buruk dalam geometri," kata Chandon yang juga seorang profesor di sekolah bisnis INSEAD di Paris seperti dilansir dari huffingtonpost.

    Menurutnya, produsen harus mencantumkan gambar di bagian depan yang menunjukkan jumlah porsi minuman tersebut. Justru dengan menambahkan kata 'medium' atau 'besar' pada label tak ada artinya bagi konsumen.



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 11:01 pm