Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Banyak Minum Manis, Bakteri Jahat dalam Perut Makin Ganas

    Share

    y3hoo

    486
    16.01.09

    Banyak Minum Manis, Bakteri Jahat dalam Perut Makin Ganas

    Post  y3hoo on Sun Nov 18, 2012 2:42 pm


    Banyak mengkonsumsi makanan dan minuman manis diyakini bisa memicu munculnya penyakit diabetes atau kencing manis. Sebuah penelitian menemukan bahwa minuman manis dapat menyuburkan bakteri jahat di dalam usus. Bakter-bakteri jahat ini pada akhirnya akan memicu munculnya gangguan kesehatan.

    Bakteri dalam usus berfungsi mengolah makanan dan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang sangat penting untuk memberikan energi bagi tubuh. Namun penelitian yang dimuat jurnal Obesity Reviews menemukan bahwa minuman manis justru membantu mikroba buruk tumbuh di usus.

    Para peneliti dari Zurich's Institute of Food, Nutrition and Health di Swiss telah menemukan bahwa minuman yang kaya fruktosa, pemanis buatan dan alkohol dapat memodifikasi bakteri usus sehingga mengganggu metabolisme tubuh dan rasa kenyang.

    Peningkatan bakteri jahat ini akan menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti obesitas dan sindrom metabolik. Pada akhirnya, bakteri jahat tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan sindrom metabolik, misalnya diabetes.

    "Makanan yang mengandung gula, terutama pemanis buatan atau fruktosa, akan mendorong pertumbuhan mikroba yang mempengaruhi proses pencernaan makanan dalam usus. Selain itu, mikroba dalam usus juga akan meningkatkan respon imun yang menyebabkan peradangan," kata peneliti, Amanda N. Payne, Ph.D seperti dilansir Medical Daily.

    Penelitian lain sebelumnya telah menunjukkan bahwa makanan berkualitas buruk akan meningkatkan jumlah bakteri jahat dalam usus. Akibatnya, selain melemahkan sistem kekebalan tubuh karena kadar gizi yang rendah, makanan tersebut juga akan mulai menyebabkan peradangan tubuh.

    Mikroba baik yang tumbuh di usus akan menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi manusia dan membantu proses pencernaan. Bakteri dalam usus juga ditemukan dapat menentukan usia seseorang. Untuk menumbuhkan bakteri baik dalam usus, cara terbaik adalah dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat.




      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 10:55 am