Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak Pusing-pusing Belum Tentu karena Matanya Minus

    Share

    lily.putih

    120
    Age : 37
    10.08.09

    Anak Pusing-pusing Belum Tentu karena Matanya Minus

    Post  lily.putih on Mon Nov 19, 2012 7:37 am


    Jika anak mendadak sering mengeluh sakit kepala saat beraktivitas, banyak orang tua mengira anaknya butuh kacamata karena penglihatannya terganggu. Padahal itu belum tentu benar.

    Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari Albany Medical Center, New York, sakit kepala anak jarang sekali dipicu oleh gangguan penglihatan. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 160 anak berusia di bawah 18 tahun yang sering mengeluhkan sakit kepala.

    Peneliti juga membandingkan hasil uji penglihatan partisipan yang mengeluhkan sakit kepala dengan riwayat rekam medisnya sebelum mengalami gangguan itu. Ternyata 75 persen partisipan memperlihatkan hasil tes yang tak jauh berbeda.

    Bahkan peneliti tak menemukan kaitan yang signifikan antara sakit kepala dengan kebutuhan anak untuk memakai kacamata. Meski mungkin sakit kepalanya terjadi ketika si anak melakukan aktivitas yang melibatkan indra penglihatan seperti mengerjakan PR.

    "Kami berharap studi ini akan membantu meyakinkan orang tua bahwa pada sebagian besar kasus sakit kepala yang terjadi pada anak-anak tak melulu berkaitan dengan gangguan penglihatan atau mata, bahkan sebagian besar sakit kepala itu akan hilang dengan sendirinya," terang Dr. Zachary Roth yang memimpin studi ini seperti dikutip dari CNN.

    Informasi ini seharusnya bermanfaat bagi dokter keluarga dan dokter anak yang menangani anak-anak dengan masalah sakit kepala semacam ini.

    Dari sebagian besar kasus sakit kepala pada partisipan, peneliti menemukan kasus sakit kepala itu akan hilang dengan sendirinya selama beberapa waktu, terlepas si anak disarankan memakai kacamata atau tidak. Kalaupun si anak memakai kacamata baru, tak ada kecenderungan sakit kepalanya akan membaik.

    Sepakat dengan studi ini, Dr. Daniel Neely, profesor ophthalmology dari Indiana University dengan spesialisasi kedokteran anak dan ketua American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus menyatakan, "Gangguan mata sangat jarang ditemukan pada anak ketika mereka mengeluhkan sakit kepala. Tapi jika Anda berpikir begitu, bawalah anak ke dokter umum dulu jika dia mengeluhkan sakit kepala. Dari situ mereka akan memberikan penilaian apakah screening mata diperlukan atau tidak."



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 9:36 pm