Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Headset Ini Bikin Anda Nggak Doyan Makan

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Headset Ini Bikin Anda Nggak Doyan Makan

    Post  kuning on Fri Nov 23, 2012 9:09 am


    Banyak cara yang dilakukan orang agar program dietnya berhasil, entah itu menggunakan metode tertentu atau memanfaatkan alat khusus.

    Kali ini tim peneliti dari Jepang menciptakan sebuah headset yang dapat mengubah persepsi seseorang tentang ukuran atau porsi makanan.

    Headset berbentuk seperti kacamata ini dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi penggunanya hingga lebih dari 10 persen.

    Bahkan dengan trik yang sama, alat ini dapat membantu orang yang selera makannya sedikit jadi makan lebih banyak. Dengan kata lain alat ini dapat mendorong tingkat konsumsi seseorang hingga mencapai 15 persen.

    Secara khusus tim peneliti dari University of Tokyo ini mengembangkan sebuah software khusus yang dipasangkan pada headset AR (augmented reality).

    Nah software ini dapat memicu otak pengguna agar mengubah skala ukuran makanan di depan matanya menjadi lebih besar atau lebih kecil dari ukuran sebenarnya secara langsung.

    Uniknya, alat yang mengadaptasi sistem algoritma deformasi ini dapat mengubah ukuran makanan sesuai dengan tangan penggunanya sehingga si pengguna merasa itulah bentuk yang sebenarnya.

    Ketika diujicobakan di laboratorium, peneliti menemukan bahwa saat makanan itu diperbesar 1,5 kali maka jumlah makanan yang dikonsumsi partisipan berkurang sebanyak 10 persen.

    Sebaliknya ketika 'penampakan' makanannya diperkecil dua-pertiga kali dari ukuran sebenarnya, jumlah makanan yang dikonsumsi partisipan pun meningkat 15 persen.

    "Teknologi ini merangsang seseorang berpikir bahwa porsi makannya sudah cukup secara visual. Nyatanya ketika makanan itu terlihat lebih besar, seseorang akan langsung merasa kenyang meski hanya dengan melihatnya, tapi ketika makanannya tampak lebih kecil, Anda takkan merasa kenyang meski sudah makan banyak," terang salah satu peneliti Takuji Narumi seperti dikutip dari Daily Mail.

    Sayangnya sistem yang dipasangkan pada headset ini baru bisa bekerja jika subyeknya dilatarbelakangi oleh layar biru (bluescreen) untuk mempermudah software memproses imej makanan yang ada di depan mata.

    Meski begitu, peneliti berharap bisa mengaplikasikan sistem ini di rumah dengan menggunakan teknologi pemrosesan imej yang lebih 'pintar' untuk mengubah 'penampakan' ukuran berbagai jenis makanan.

    "Di masa depan kami ingin mengembangkan teknologi yang dapat mendorong kebiasaan makan sehat pada orang-orang tanpa mereka perlu berpikir terlebih dulu," tandas Narumi.

    Misalnya, makanan berkalori tinggi yang tidak semestinya dikonsumsi dapat diperbesar secara otomatis oleh komputer atau makanan yang seharusnya dikonsumsi dalam jumlah banyak karena bergizi tinggi dapat dibuat lebih kecil agar orang-orang bisa memakannya banyak-banyak.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:14 am